Kebahagiaan karena telah memberikan yang terbaik lebih nikmat daripada kemenangan yang berulang. Sebuah kebersamaan akan terasa nikmat apabila kita menikmatinya. Dan sebuah kerikil tiada berarti bila tidak ada yang menginjaknya. Kita hidup di satu semesta oleh karenanya hidup mesti saling jaga. Keselarasan mimpi terindah.
Selasa, 26 November 2013
Kamis, 21 November 2013
Seperti Udara (lanjutan 7)
Memang mendung disini.
Aku melihat keatas. Masih ada awang yang menggantung. Aku harap tidak hujan.
Aku masuk ke dalam gangku dengan santai. Ilham mengikuti dibelakangku.
“kakak rumahnya tetep
yang dulu?” suaranya yang besar singgah ditelingaku.
“yaiyalah… rumah Cuma
punya satu..” jawabku datar.
“oo…” komentar pendek
darinya.
Aku tidak ingin
orangtua ku melihatku menangis. Aku harus seceria saat aku berangkat tadi.
“Ilham…” panggilku
setengah menghardik.
“ehmmm…” jawabnya dan
aku memelankan laju sepedaku. Aku berhenti di pos satpam yang tidak terpakai.
Ilham mengikuti dan berhenti disebelahku.
“apa?”
“gapapa J ” aku menjawab seraya tersenyum.
“-_-” Ilham balas
tersenyum.
“makasih ya..”
“iya sama-sama”
Mataku terasa panas.
Aku hendak menangis lagi, namun kutahan sekuat tenaga. Dan aku berhasil. Untung
Ilham tidak melihat genangan air mataku.
“aku gak tau harus
gimana lagi kalo gak ada kamu…” kataku tersenyum.
“aku juga…” ia
melirikku. Ada kilatan tersembunyi dalam matanya.
“yuk! Bentar lagi
nyampe. Oya, rumahku dari dulu berantakan, jadi jangan kaget ya….” kataku
meraih sepeda dan menaikinya.
“ahh…. Gapapa kok
kak…” jawabnya.
Aku terus melanjutkan
mengayuh. Hingga pada suatu gang yang membelok kearah kanan, aku membelokkan
sepedaku dan mengikuti jalan kecil itu. Di sebuah rumah bercat biru dengan
pohon cemara menjulang di depannya, aku memelankan sepeda dan memakirnya
dibawah pohon jambu.
Aku menoleh kearah Ilham, dan memberikan kode
padanya untuk memarkir di tempat dimana aku memakirkan sepedaku.
“ayo masuk…” ajakku
berjalan ke dalam rumah.
Di rumah tidak ada
siapa-siapa. Aku membuka rumah dengan kunci yang kubawa. Ada note kecil diatas
meja saat aku membuka pintu. Ternyata orang tuaku sedang pergi. Entah aku harus
senang atau tidak. Aku tidak tahu.
Kulihat keluar dan
Ilham masih berdiri di jalan setapak rumahku.
“ayo masuk sini!!”
kataku setengah berteriak.
Ilham menuruti
perkataanku dan masuk. Ia langsung duduk dishofa sementara aku mengeluarkan air
putih dari dalam kulkas. Tak lupa jambu air yang kemarin aku panen juga ikut
kuhidangkan.
“ayo Ham… ojo
sungkan…” aku mempersilahkan.
“lho… ortue sampean
nag ndi mbak?” tanyanya dengan logatnya. Aku merasa geli.
“lagi pergi…” jawabku
pendek kemudian duduk bersebrangan dari tempatnya duduk.
“sampean anak
tunggal?”
“iya… -_- ‘’ perasaan
dari dulu udah aku kasih tau deh….” Aku menjawab dengan ekspresi –yang benar
saja–kutujukan padanya.
“heheheh….. lupa….” Ia
menjawab tanpa dosa.
“nih…. Minum dulu…
habis sepedaan jauh gitu… pasti capek..” kataku mendekatkan minuman dan jambu
di baskom. Aku juga mengambil sebuah jambu untuk diriku sendiri.
Kurasakan tiba-tiba
suasana berubah menjadi kaku dan formal. Entah kenapa aku melangkahkan kaki
menuju kamar mandi tanpa permisi. Meskipun aku masuk ke dalam kamar mandi, tapi
aku tidak juga buang air. Aku malah berdiri memunggungi pintu kamar mandi dan
melongokkan kepalaku ke dalam bak kamar mandi.
Dapat kulihat
bayanganku disana. Ada gurat kesedihan, kerinduan, dan kebimbangan. Bimbang?
Kenapa? Apa? Dengan siapa? Pertanyaan-pertanyaan itu muncul mendadak. Aku tidak tahu jawabannya. Aku
bingung harus menjawab apa.
Sedetik kemudian aku
sudah menampar bayanganku. Terdengar air berkecipak dan membasahi tanganku. Aku
masih saja mengamuk. Menyebabkan air berkecipak makin brutal. Kini wajahku ikut
terkena getahnya.
Kerudung dan pakaianku
juga ikut basah. Kudengar derap langkah kaki mendekat.
“mbak Dita kenapa?”
suara khas Ilham.
“…………………………….” Aku
tidak menjawab melainkan memilih suara-suara dalam udara yang menanyakan
kebimbanganku.
“mbak?” ia maju satu
langkah.
“…………………………..”
suara-suara itu perlahan memelan dan kemudian menghilang sama sekali.
Bak mandi menjadi
keruh, namun tidak ada riak lagi. Airnya sudah tenang. Aku mengamati tanganku
yang basah kemudian meraba wajahku.
“mbak Dita!!!” kali
ini suaranya tegas.
Aku membalikkan badan
dan melihat ia berdiri di depanku. Aku masih menunduk. Kurasakan ketegangan itu
kembali menyusup dan mengawang.
Menelisik tiap perasa yang ada.
“sampean kenapa mbak?”
tanyanya.
“…………………” aku masih
menunduk.
“mbak!!!” kali ini
nadanya menghardik.
“………………….” Aku menatap
matanya dengan kosong. Aku masih memikirkan suara-suara itu.
“mbak Dita!!” kedua
tangannya memegang pundakku yang lebih pendek darinya.
Aku langsung sadar dan
menepisnya dengan kasar.
“aku mau ganti
baju…..” jawabku kemudian mengambil handuk.
Aku langsung kabur ke
kamar depan, mengunci rapat-rapat pintunya. Namun aku belum juga mengganti
bajuku. Aku malah mengambil sebuah buku. Kutuliskan apa yang harus kutuliskan
disana. Hanya aku dan Tuhan yang tahu.
Sepuluh menit kemudian
aku keluar dan mendapati setengah dari isi baskom telah kosong. Aku hanya
tersenyum geli melihat ekspresi tak bersalah Ilham.
“wah….. kamu doyan
banget..” kataku seraya mengembalikan handuk.
“yaiyalah…… lha sampean
malah ngilang gak jelas”
Aku kembali ke
hadapannya dengan cepat kemudian duduk dan mengambil jambu.
“kak, aku pulang dulu
ya……”
“lho? Kok buru-buru?”
kataku spontan.
“lha tadi sampean
malah semedi di kamar mandi……..” jawabnya seraya bangkit.
“maaf……….. maaf…….” Kataku
menyesal.
“pulang dulu ya….”
katanya keluar dan berjalan menghampiri sepedanya.
“oke… ati-ati di jalan”
“iya iya…”
“jangan lupa
sering-sering main ke sini…”
Aku mengantarnya
hingga ia hilang dibelokan jalan. Aku berharap dia adalah Awang.
Rabu, 20 November 2013
Seperti Udara (lanjutan 6)
Aku tak bisa
menahannya lagi. Aku menangis dan kurasakan bahwa mataku kabur. Namun, aku
masih bisa melihat sosok yang mendatangiku. Ia tersenyum kecut. Aku mendongakkan
wajah dan melihatnya.
“sudahlah mbak….. gak
pantes mbak nagis…” ia mencoba menghiburku.
“hiks…hiks…hiks…”
“mbak… kenapa sih
mbak? Jangan nagis dong… kan malu dilihat orang…”
“…………………….” Ku tak
peduli. Aku masih terisak dengan kepala menunduk.
Kurasakan tangan kekar
Ilham meraih pundakku dan membelaiku perlahan. Ia juga mencoba mendongakkan
wajahku agar aku bisa menghadapnya. Tapi aku keras kepala. Aku masih saja
menunduk.
“mbak…. Aku kan ada di
sini…” Ilham berkata lembut. Mau tak mau aku
mendongakkan kepala. Aku menatap wajahnya. Masih berkabut. Mungkin air mataku
yang menghalangi pemandanganku. Aku mengelap air mataku dengan punggung
tanganku.
“sudah… gausah nangis
lagi… sampean udah besar…”. Aku tersenyum
mendengar pernyataannya. Aku tahu aku sudah berumur 24 tahun, dan tidak pantas
bagiku menangis seperti anak kecil.
“heheheeh” aku hanya
terkekeh sedih.
Kutatap matanya
beberapa lama dan dapat kutemukan sesuatu. Entah apa. Sesuatu itu hangat. Sejak
dulu memang Ilham-lah yang paling mengerti mengenai ini.
Aku tak tahu harus
bagaimana lagi. Tidak mungkin aku menyusul Awang. Kini, yang bisa kulakukan
hanyalah menunggu. Ya menunggu. Itulah yang sering kulakukan dulu, saat aku
menunggunya agar kami bisa berangkat sekolah bersama.
Aku menunggunya sejak
pukul setengah enam, tapi ia muncul pukul enam lebih seperempat. Aku hanya
melayangkan senyum jengkel dan geli saat itu. Kemudian aku naik dan duduk
dibelakangnya. Aku selalu bilang padanya untuk berhati-hati.
Dan dulu kami sering
bertengkar masalah kecelakaan. Aku masih ingat ia tetap ngotot bahwa cerita itu
adalah opini. Tapi aku mengatakannya bahwa itu adalah fakta karena memang ada
buktinya. Lantas ia menamaiku ‘opini’.
Aku ingat masa-masa
itu. Dimana aku belum menyadari bahwa ia mencintaiku. Aku belum tahu. Dan disaat
aku tahu, semuanya berubah. Sahabatku…. Dhea tiba-tiba membenciku dan
meninggalkanku begitu saja saat ia dan temannya bercanda denganku.
Tapi yang paling
menyakitkan adalah saat Dhea, senang melihatku menderita kemudian
meninggalkan aku sendiri. Dhea sendiri yang bilang seperti itu. Dan sampai
sekarang…. Aku belum bisa memaafkan kejadian tujuh tahun lalu. Meskipun aku dan
Dhea telah berteman baik selama itu.
“mbak…” suara rendah
Ilham membawaku ke masa sekarang. Aku menoleh.
“maaf” hanya itu yang
bisa kuucapkan.
Awang... aku mendongak
dan kulihat sekumpulan awan mengarak ke rumahku di Putat. Mungkin sebentar lagi
hujan. Entah.
Kuharap Awang disana. Mengikutiku,
atau aku yang mengikutinya? Entah. Aku mencintainya. Sangat.
Kali ini bukan rasa
suka biasa, tapi cinta.
“aku mau pulang”
kataku kemudian berdiri meninggalkan Ilham.
“mbak… kok buru-buru?”
Ilham mencegahku.
“iya?” aku menoleh.
“boleh aku main ke
rumahnya mbak Dita?” sorot matanya aneh.
“Boleh dong… yuk!!!”
Kami berjalan
menghampiri sepeda kami masing-masing. Entah apa yang kupikirkan. Aku hanya
menghitung detik agar cepat berlalu dan aku bertemu dengannya.
Selasa, 19 November 2013
MOTA
i'm so glad i can spend my time with you guys :D
dan... inilah hasil karyaku....


heheheheeh............ :D
Senin, 18 November 2013
Seperti Udara (lanjutan 5)
Jantungku berdegup kencang saat aku memasuki sebuah gang
kecil yang terletak disebelah barat SMPN 2 Menganti. Aku masih ingat alamat rumahnya. Gang 3 RT 4/RW
5. Entah kenapa kakiku gematar, rasanya aku ingin ambruk.
“kakak gapapa?” Tanya Ilham memegangiku dari belakang.
“gapapa kok” jawabku bohong.
“ayo kak. Itu rumahnya” kata Puput menunjukkan sebuah rumah
yang pernah kusinggahi dulu.
Aku menatap mata mereka. Kuucap bismillah dalam hati
kemudian memasuki rumah itu. Ilham-lah yang kusuruh masuk duluan.
“assalamualaikum…” Ilham mengucap salam.
“waalaikum salam…” seseorang menjawab seraya keluar dari
rumah.
“ayo mas silahkan masuk… mbaknya juga…” katanya
mempersilahkan.
“oh iya dek…” jawabku mengikuti langkah Ilham yang masuk
duluan.
Kutebak remaja itu adalah adik Awang. Dan memang benar. Tak
lama ada seorang wanita lebih dari setengah abad, namun masih terlihat cantik
keluar dan menghampiri kami.
“oalah… mau cari siapa ya?” tayanya to the point.
“saya temannya Awang.” Ilham memperkenalkan diri.
“oalah yang dulu pernah main ke sini itu ya?” kata ibunya
Awang, memperjelas.
“iya tante”
“lha kalo yang cewek ini siapa?” sang ibu melihat kearahku.
“saya juga temannya Awang” jawabku menyembunyikan semburat
merah dipipi.
“ohh… terus… ke sini ada keperluan apa?” Tanya beliau.
“ini saya mau nyambangi teman akrab. Kan baru pulang dari
perantauan” kataku menjelaskan.
“pulang dari mana? Kok Awang gak beri tahu?”
“mungkin hpnya Awang tidak aktif. Saya sudah mencoba
menghubungi Awang…” jelasku.
“oalah…. Memangnya merantau kemana?”
“dari Paris bu. Alhamdulilah kontrak sudah habis. Sekarang
disuruh pulang sama ayah ibu…” kataku pelan.
“ohh… gitu… to”
“oya.. ini ada oleh-oleh sedikit buat Awang dan adiknya…”
kataku memberikan oleh-oleh yang kubawa.
“gak usah repot-repot….” Jawab ibunya Awang.
“kira-kira Awang pulangnya kapan tante?” Tanya Ilham.
“waduh… kurang tahu ya….. soalnya baru berangkat Juni
kemarin…. Mungkin 6 bulanan…” terang beliau.
“oalah… apa hpnya Awang ganti? Kok saya telpon selalu
salah?” Ilham bertanya lagi.
“oalah itu…..” aku tidak mendengar percakapan selanjutnya.
Mataku sibuk memandang foto-foto yang terpajang di tembok.
Ada foto keluarga Awang disana. Saat Awang masih kecil,
hingga beranjak dewasa. Mungkin itu foto terakhirnya sebelum ia berangkat
berlayar. Ia terlihat gagah mengenakan pakaian koki dan berdiri bersama
rekan-rekannya dari lain Negara.
Sebuah foto mengagetkanku. Itu foto Awang dengan seorang
gadis. Mereka berfoto begitu mesra. Mereka berdua saling menempel. Meskipun
foto itu kecil, tapi mataku yang minus masih dapat mengenali bahwa itu adalah
Awang.
“ini fotonya Awang sama siapa ya?” tanyaku spontan.
“oohh…. Itu katanya Awang, pacarnya Awang. Mereka udah
tunangan tapi di rumahnya si ceweknya…”
“dan…. ???” aku menoleh dengan kaget.
“ya… berhubung Awang-nya lagi layar, ya gak bisa cepet-cepet
nikah…….” Jawab ibunya Awang dengan entengnya.
Aku merasa hilang arah. Aku menahan air mata yang hampir
tumpah dan mencoba tersenyum seikhlas mungkin. Aku cemburu dengan gadis itu.
Sangat. Aku menatap Ilham dan memberikan kode untuknya agar pulang.
“kalau begitu kami pulang dulu tante….” Pamit Ilham
“kok buru-buru?”
“iya.. setelah ini mau kunjung-kunjung lagi..” jawab Ilham
“tolong sampaikan pada Awang kalau kami kemari ya, Te…”
kataku
“iya…iya… nanti tante sms Awang…. Oya, kamu namanya siapa?”
si ibu menahan pundakku.
“Dita…” jawabku kemudian keluar dari rumahnya.
“permisi dulu Te… Assalamualaikum…” kata Ilham samar-samar.
Aku tidak tahu harus bagaimana. Aku ingin menangis
sekeras-kerasnya. Kuputuskan untuk mengayuh sepedaku kearah SMPN 2 Menganti.
Meskipun ada beberapa yang ikut taekwondo, tapi aku tidak peduli. Dapat
kurasakan kalau Ilham mengikutiku.
Awang….. kenapa kau begitu kejam padaku? Aku tahu aku yang salah, taapi aku telah meminta maaf dan berusaha memperbaiki keadaan, tapi
kenapa kau membalaskan dendammu dengan cara begini?
Aku tak kuat menahan air mata lagi. Aku menangis
sejadi-jadinya didepan kelas yang tak kutahu kelas apa.
Aku menangis. Untuk
Awang.
Ia membalaskan dendam…
Ia marah…
Ia…. Tidak mencintaiku…
Tak apa, aku tetap mencintainya, perjanjian ini masih
berlaku!!!!
Rabu, 13 November 2013
Desember-Turquoise
Batu pirus merupakan salah satu batu yang paling lama diketahui oleh manusia. Batu pirus mempunyai nilai keras 5-6 berdasarkan daftar keras Mohs, mereka menempati di urutan ke delapan. Karena batu pirus hanya sedikit lebih kuat dari kaca jendela maka batu ini harus dijaga dengan hati-hati. Batu pirus ini telah dikenal oleh bangsa Mesir dan ditambang di daerah Sinai lebih dari 6000 tahun silam dan banyak ditemukan dalam makam-makam kuno yang berusia lebih dari 4000 tahun sebelum Masehi. Batu pirus yang paling berkualitas terdapat di Iran.
Nama batu pirus “turquoise” dalam bahasa Prancis artinya “batu Turki” yang awal-awal dikira memang berasal dari Turki karena namanya, namun sebenarnya batu ini tidak ada di Turki. Turquoise merupakan batu nasional negara Iran (Persia) dan digunakan untuk menghiasi mahkota kerajaan dan atribut bagi para petinggi negara. Kualitas Turquoise terbaik ditemukan di Nishapur, bagian Timur Laut Iran dan penambangannya telah berlangsung sekitar 3000 tahun silam. Namun kini turquoise juga banyak ditemukan di bagian barat daya Amerika Serikat di negara Arizona dan New Mexico, dimana suku-suku Indian membuatnya menjadi perhiasan-perhiasan yang indah. Suku Aztec mengunakan turquoise sebagai potongan kecil mozaic untuk menghias topeng yang digunakan pada upacara keagamaan dan hiasan lainya.
Batu ini tidak transparan atau tembus cahaya dan warnanya ada yang hijau muda sampai hijau tua dan ada pula yang biru muda sampai biru tua. Pada umumnya batu pirus berwarna hijau tetapi yang berwarna biru lebih tinggi nilainya. Warna hijau di batu pirus disebabkan adanya campuran besi dan warna biru pada batu pirus disebabkan adanya campuran tembaga. Garis garis yang menyerupai keretakan di batu pirus itu sebenarnya merupakan urat emas, pirus daun dan sebagainya. Urat-urat di batu pirus yang berwarna merah sangat mahal harganya karena dipercayai sebagai jenis batu pirus yang sakral dan jika batu pirus tidak ber-urat maka akan dianggap sebagai batu pirus yang sudah “mati”.
Menurut para pakar dan penggemar batu pirus, batu ini sangat sensitive terhadap bau-bauan. Batu pirus dapat menyerap bau, minyak atau kotoran dalam jangka waktu yang lama, sifat batu turquoise atau pirus agak lunak dan berpori-pori, sehinga pemakaian dan perawatannya harus lebih diperhatikan karena dapat menyerap minyak atau bahan kosmetik seperti parfum jadi hindarkan atau jangan meletakkan batu pirus ini bersamaan dengan barang-barang yang mempunyai zat-zat yang bisa mempengaruhi batu pirus tersebut. Batu pirus juga perlu “bernafas” dan ruangan yang lembab atau kurang udara dapat menyebabkan warna batu pirus berubah dan akhirnya jatuh nilai harganya. Batu pirus sering dipakai pada para raja dan penguasa di zaman dulu.
Kegunaan atau manfaat
Batu pirus dipercayai memiliki pengaruh-pengaruh antara lain membawa kedamaian dan kebahagiaan dan menolak bencana atau bahaya.
Nama batu pirus “turquoise” dalam bahasa Prancis artinya “batu Turki” yang awal-awal dikira memang berasal dari Turki karena namanya, namun sebenarnya batu ini tidak ada di Turki. Turquoise merupakan batu nasional negara Iran (Persia) dan digunakan untuk menghiasi mahkota kerajaan dan atribut bagi para petinggi negara. Kualitas Turquoise terbaik ditemukan di Nishapur, bagian Timur Laut Iran dan penambangannya telah berlangsung sekitar 3000 tahun silam. Namun kini turquoise juga banyak ditemukan di bagian barat daya Amerika Serikat di negara Arizona dan New Mexico, dimana suku-suku Indian membuatnya menjadi perhiasan-perhiasan yang indah. Suku Aztec mengunakan turquoise sebagai potongan kecil mozaic untuk menghias topeng yang digunakan pada upacara keagamaan dan hiasan lainya.
Batu ini tidak transparan atau tembus cahaya dan warnanya ada yang hijau muda sampai hijau tua dan ada pula yang biru muda sampai biru tua. Pada umumnya batu pirus berwarna hijau tetapi yang berwarna biru lebih tinggi nilainya. Warna hijau di batu pirus disebabkan adanya campuran besi dan warna biru pada batu pirus disebabkan adanya campuran tembaga. Garis garis yang menyerupai keretakan di batu pirus itu sebenarnya merupakan urat emas, pirus daun dan sebagainya. Urat-urat di batu pirus yang berwarna merah sangat mahal harganya karena dipercayai sebagai jenis batu pirus yang sakral dan jika batu pirus tidak ber-urat maka akan dianggap sebagai batu pirus yang sudah “mati”.
Menurut para pakar dan penggemar batu pirus, batu ini sangat sensitive terhadap bau-bauan. Batu pirus dapat menyerap bau, minyak atau kotoran dalam jangka waktu yang lama, sifat batu turquoise atau pirus agak lunak dan berpori-pori, sehinga pemakaian dan perawatannya harus lebih diperhatikan karena dapat menyerap minyak atau bahan kosmetik seperti parfum jadi hindarkan atau jangan meletakkan batu pirus ini bersamaan dengan barang-barang yang mempunyai zat-zat yang bisa mempengaruhi batu pirus tersebut. Batu pirus juga perlu “bernafas” dan ruangan yang lembab atau kurang udara dapat menyebabkan warna batu pirus berubah dan akhirnya jatuh nilai harganya. Batu pirus sering dipakai pada para raja dan penguasa di zaman dulu.
Kegunaan atau manfaat
Batu pirus dipercayai memiliki pengaruh-pengaruh antara lain membawa kedamaian dan kebahagiaan dan menolak bencana atau bahaya.
November-Topaz

Di masa lalu kebanyakan orang berpikir semua batu kuning adalah topaz dan semua batu jenis topaz haruslah berwarna kuning. Warna batu topaz juga bermacam-macam diantaranya warna coklat, merah muda, ungu dan biru. Adapun juga yang tidak berwarna atau transparan dan ada juga yang memiliki beberapa warna namun yang paling diminati atau dicari adalah yang berwarna merah keemasan atau jingga dan yang paling murah dan umum yang berwarna biru (biasanya diperoleh dari Cina). Tidak sedikit penghimpun batu-batu mulia yang tidak bisa membedakan antara batu topaz dengan batu mirah kuning padahal mereka berdua jelas-jelas berbeda. Kini kebanyakan topaz warna biru telah melalui proses radiasi dan pembakaran.
Batu topaz yang berkualitas bagus mempunyai kilau yang sangat tinggi, terang, warnanya bening dan dingin jika disentuh bahkan licin. Apabila menggosok batu topaz ini dengan keras batu ini dapat mengeluarkan api atau hawa listrik yang menarik potongan kertas kecil-kecil.
Jika anda takut membeli batu topaz yang palsu dianjurkan untuk membeli bromoform (semacam cairan )di apotik. Masukkan batu itu ke dalam bromoform tadi, jika batu itu tenggelam maka batu itu adalah batu topaz asli dan jika mengambang maka batu topaz itu palsu. Hal ini berbeda untuk menguji batu aquamarine yang disebut asli jika batu aquamarine tersebut mengambang di cairan bromoform.
Penghasil terbesar batu topaz adalah Minas Gerais, negara bagian Brazil. Selama 300 tahun daerah distrik Ouro Preto (Brazil) menjadi pemasok topaz terbesar di dunia dengan topaz warna kuning, merah-muda dan oranye. Negara-negara lainnya adalah Amerika, Pakistan, Srilanka, Rusia, Jerman, Mexico, Australia dan Myanmar. Kristal topaz seringkali ditemukan dengan berat berkilo-kilo.
Kegunaan atau manfaat
Batu topaz dipercayai memiliki pengaruh-pengaruh antara lain meningkatkan ketegasan dan berpikir logis, memberi penglihatan tajam dan kesabaran, membawa kebahagiaan, menolak penyakit-penyakit bahaya tertentu seperti penyakit gila dan melindungi pemakai dari ancaman bahaya.
Oktober-Opal

Bagi mereka yang lahir di bulan Oktober, batu kelahirannya adalah opal. Beberapa sifat opal diantaranya yaitu melambangkan harapan, kepolosan, dan kemurnian.
Sifat metafisik tradisional untuk batu kelahiran Oktober (Opal) adalah kebahagiaan, kesetiaan, loyalitas, dan kepercayaan diri.
Sifat penyembuhan dari opal terkenal efektif untuk masalah kesehatan yang berkaitan dengan mata dan infeksi mata.
Opal juga sering digunakan untuk meningkatkan visualisasi, imajinasi, mimpi, serta penyembuhan.
Agustus-Peridot
Peridot merupakan lambang matahari, sedangkan sardonyx dipercaya membawa
keberuntungan, melindungi pemakainya dari godaan setan dan membuatnya pandai
bicara.
Juli-Ruby
Batu mirah (Ruby) adalah batu mulia jenis mineral corundum sama seperti batu mulia sapphire. Namanya berasal dari kata Yunani “ruber” yang artinya merah. Batu mirah atau ruby terbuat dari alumunium oxide dan warna merahnya diakibatkan adanya campuran dari chromium. Nilai keras batu mirah adalah 9 dalam daftar keras Mohs dan berat jenisnya 3,99 sampai 4.
Warna batu mirah tidak selalu merah tetap tetapi ada juga yang berwarna merah kekuning-kuningan atau jingga, merah keungu-unguan ataupun merah muda, tetapi dari semua itu yang paling berharga atau dicari yaitu merah. Pada dasarnya corundum murni tidak berwarna, semua warna pada batu permata disebabkan oleh unsur kimiawi lainnya yang bergabung saat proses kristalisasi terjadi. Batu mirah yang berkualitas tinggi bisa menyaingi intan dalam segi harga dikarenakan mereka lebih langka dari intan. Jika batu mirah dipanaskan sampai dengan 1000 celsius maka warnanya akan menjadi merah muda dan akan balik seperti warna semula lagi (merah) kalau sudah dingin. Salah satu batu mirah yang paling hebat berasal dari Birma, yaitu “Lord of the Rubies” yang besarnya sebesar telur burung merpati.
Dalam dunia perdagangan batu mulia sudah tidak heran lagi jika kita mendengar batu-batu mulia sengaja dipanaskan untuk merubah atau memperindah batu-batu tersebut seperti warnanya, kilauannya, pembentukkannya dan lain-lain. Diperkirakan 90% dari batu-batu mirah atau safir akan melalui proses tersebut, suatu proses yang permanen dan telah diterima di setiap perdagangan batu mulia. Walaupun proses ini bisa merubah batu yang tidak berharga menjadi batu yang mahal harganya tetapi tindakan ini amat beresiko karena perbuatan tersebut bisa mengakibatkan batu ini rusak, retak, pecah dan dalam kejadian tertentu warna dari batu-batu tersebut malah hilang.
Kegunaan atau manfaat
Selain batu intan batu mirah juga banyak dijadikan barang pemberian untuk para wanita idaman atau kekasih sebagai simbol asmara yang kekal. Batu mirahpun banyak dipercayai sebagai batu yang bisa memberi hoki atau melindungi harta si pemilik, membuat pemiliknya makin bergaya dan percaya diri, menyembuhkan penyakit-penyakit tertentu seperti lemah syahwat dan memiliki segi-segi mistik yaitu mengusir hal-hal negative atau pengaruh jahat (warnanya dipercayai akan berubah menjadi gelap jika ada kejadian buruk akan datang).
Warna batu mirah tidak selalu merah tetap tetapi ada juga yang berwarna merah kekuning-kuningan atau jingga, merah keungu-unguan ataupun merah muda, tetapi dari semua itu yang paling berharga atau dicari yaitu merah. Pada dasarnya corundum murni tidak berwarna, semua warna pada batu permata disebabkan oleh unsur kimiawi lainnya yang bergabung saat proses kristalisasi terjadi. Batu mirah yang berkualitas tinggi bisa menyaingi intan dalam segi harga dikarenakan mereka lebih langka dari intan. Jika batu mirah dipanaskan sampai dengan 1000 celsius maka warnanya akan menjadi merah muda dan akan balik seperti warna semula lagi (merah) kalau sudah dingin. Salah satu batu mirah yang paling hebat berasal dari Birma, yaitu “Lord of the Rubies” yang besarnya sebesar telur burung merpati.
Dalam dunia perdagangan batu mulia sudah tidak heran lagi jika kita mendengar batu-batu mulia sengaja dipanaskan untuk merubah atau memperindah batu-batu tersebut seperti warnanya, kilauannya, pembentukkannya dan lain-lain. Diperkirakan 90% dari batu-batu mirah atau safir akan melalui proses tersebut, suatu proses yang permanen dan telah diterima di setiap perdagangan batu mulia. Walaupun proses ini bisa merubah batu yang tidak berharga menjadi batu yang mahal harganya tetapi tindakan ini amat beresiko karena perbuatan tersebut bisa mengakibatkan batu ini rusak, retak, pecah dan dalam kejadian tertentu warna dari batu-batu tersebut malah hilang.
Kegunaan atau manfaat
Selain batu intan batu mirah juga banyak dijadikan barang pemberian untuk para wanita idaman atau kekasih sebagai simbol asmara yang kekal. Batu mirahpun banyak dipercayai sebagai batu yang bisa memberi hoki atau melindungi harta si pemilik, membuat pemiliknya makin bergaya dan percaya diri, menyembuhkan penyakit-penyakit tertentu seperti lemah syahwat dan memiliki segi-segi mistik yaitu mengusir hal-hal negative atau pengaruh jahat (warnanya dipercayai akan berubah menjadi gelap jika ada kejadian buruk akan datang).
Juni-Mutiara

Mei-Zamrud

Batu Zamrud dengan warna hijaunya memikat ribuan kolektor. Batu emerald atau zamrud sangatlah langka untuk kwalitas bagus. Oleh karena itu, harga batu ini kadang melebihi Intan Berlian. Batu Zamrud adalah batu yang sangat rapuh, oleh karena itu harus sangat hati-hati ketika memakainya.
Selain itu batu ini juga merupakan batu persembahan kepada Dewi Venus yang melambangkan kesuburan.
Maret-Aquamarine

Batu ini sangat digemari oleh orang-orang Eropa. Kaisar Brasil Dom Pedro dikatakan pernah memiliki batu aquamarine paling bagus dan berkualitas yang pernah ditemukan. Di tahun 1906, putri presiden Amerika Theodore Roosevelt diberikan batu aquamarine sebagai hadiah dan sejak itu batu aquamarine ini dikatakan telah meningkat kepopularitasannya.
Dengan teknologi yang canggih pada zaman ini sekarang orang-orang dapat membuat batu sintetis aquamarine dari bahan yang sama dengan aslinya yaitu beryl namun mereka dapat dibedakan dengan mudah. Aquamarine yang asli terasa dingin jika disentuh sedangkan yang palsu tidak, semua batu aquamarine yang asli akan mengambang jika dimasukkan ke dalam cairan bromoform sedangkan yang palsu akan tenggelam. Hal ini berbeda untuk menguji batu topaz yang disebut asli jika batu topaz tersebut tenggelam di cairan bromoform.
Kegunaan atau manfaat
batu aquamarine dipercayai memiliki pengaruh-pengaruh antara lain mempertinggi rasa kasih sayang dalam suatu keluarga dan memberi kebahagiaan terhadap pekerjaan yang berhubungan dengan laut. Selain itu, aquamarine batunya Dewa Laut Neptune, yang melindungi pelaut dari berbagai rintangan selama mengarungi samudra.
Februari-Amethyst

Nama batu ametis berasal dari bahasa Yunani yang artinya “tidak mabuk”. Batu ametis sering dikaitkan dengan dewa anggur dan katanya jika meminum air atau minuman alkohol yang ada di gelas terbuat dari batu ametis akan membantu si peminum supaya tidak keracunan atau mabuk, dan batu ametis tersebut juga akan mencegah supaya tidak ketagihan atau kecanduan. Batu ametis juga pernah lebih berharga dari pada batu intan dan pada umumnya batu ametis akan bersinar terang setelah sekian lama dijemur.
Kegunaan atau manfaat
Batu ametis dipercayai memiliki pengaruh-pengaruh antara lain melindungi pemilik dari rasa mabuk, mengendalikan emosi, mendatangkan rasa kasih sayang, memberi ketenangan dan semangat dalam menjalankan tugas. Batu amethyst juga melambangkan aristokrasi dan kekuasaan.
Januari-Garnet

Pada umumnya batu garnet sangat mengkilau warnanya dan tembus cahaya. Hampir semua batu garnet mempunyai warna yang dalam dan bermacam-macam warnanya kecuali biru. Di Indonesia batu garnet ini diberi nama bermacam-macam seperti manilam anggur, biduri delima, biduri anggur, dan mirah anggur. Biasanya warna batu garnet yang paling disukai adalah warna merah gelap dan kadang-kadang hitam, batu macam itu dinamakan pyrope.
Mungkin karena warna batu garnet itu merah jadi batu ini sering dijadikan batu yang dipercayai mempunyai sifat-sifat ksatria dan keperkasaan, melambangkan hati yang terbuka, loyal dan penuh kasih sayang. Seringkali dahulu para petarung menghiasi senjata-senjata mereka dengan batu garnet dan berharap batu tersebut bisa membawa mereka keberuntungan dan memenangkan medan perang. Batu ini pernah dijadikan sebagai peluru dengan maksud agar meningkatkan rasa sakit yang amat di dalam luka.
Kegunaan atau manfaat
Batu garnet dipercayai memiliki pengaruh-pengaruh antara lain menenteramkan pikiran, meningkatkan kecerdasan, memperingatkan adanya ancaman bahaya (batu itu akan berubah warnanya), membangkitkan rasa adil dan jujur, menarik rasa simpati dari orang lain, tahan dalam menghadapi kesengsaraan dan mengusir hal-hal negative atau ilmu hitam.
Desember-Poinsettia
Bunga poinsettia berasal dari Meksiko,
termasuk dalam tanaman subtropis dan memerlukan suhu antara 10-20 derajat
celcius. Di negara Amerika, tanggal 12 Desember adalah hari Poinsettia Day.
Bunga poinsettia dijadikan bunga kelahiran bulan Desember ( sama halnya seperti
batu pirus atau turquoise yang dijadikan batu kelahiran desember) dan mempunyai
arti sukses, perayaan, keyakinan dan keceriaan.
Dikenal pula sebagai
bunga Natal, menurut legenda poinsettia pada mulanya adalah bunga liar. Sewaktu
seorang gadis kecil –tanpa maksud apa-apa– meletakkan bunga liar ini di altar
gereja, bunga ini berubah menjadi kuntum berwarna merah menawan. Mencerminkan
keceriaan dan keriangan, bunga kelahiran Desember ini merupakan penanda
perayaan Desember yang penuh kegembiraan.
November-Chrysanthemum

Bunga seruni dijadikan sebagai bunga kelahiran
bulan November (sama halnya dengan batu topaz) dan menurut ilmu feng shui bunga
seruni atau krisan ini dapat membawa kebahagiaan dan tawa di dalam keluarga.
Bunga krisan juga mempunyai arti keceriaan, pesona, optimis, kelimpahan,
keberuntungan, persahabatan dan cinta rahasia.
Chrysanthemum, simbol
matahari, menempati posisi terhormat di kebudayaan kuno. Orang Jepang
menganggap kelopaknya yang tak berlipat mencerminkan kesempurnaan, dan
Confusius menyarankan bunga ini digunakan sebagai objek meditasi. Mencerminkan
optimisme dan kegembiraan, dikatakan bahwa satu kelopak bunga kelahiran
November ini, jika diletakkan di bawah gelas wine akan menjadikan pelakunya
sehat dan berumur panjang.
Oktober-Mary Gold

Bunga calendula dan daunnya dapat dikonsumsi,
dan digunakan untuk membuat salad dan sop dan rasanya mulai dari pahit sampai
dengan pedas yang menyertai aromanya. Bunga calendula atau marigold amat cocok
dijadikan sebagai antiseptik dan antifungal dan berisi hormon dan vitamin A
precursors. Mampu mengobati sengatan lebah, luka bakar, sakit kepala, sakit
gigi, demam, masalah menstrual, terkilir, penyakit kuning, penyakit mata dan
luka atau iritasi pada kulit. Bunga calendula ini juga dimanfaatkan untuk
mengusir serangga atau dijadikan sebagai obat anti-serangga, dan dalam dunia
dapur bunga calendula dijadikan sebagai bumbu atau zat pewarna makanan.
Bunga calendula atau marigold dijadikan
sebagai bunga kelahiran bulan oktober (sama halnya dengan batu opal) dan
mempunyai arti kepuasan dan kemantapan. Bunga calendula ini juga dijadikan
sebagai bunga yang paling sakral di India dan biasanya diletakkan seperti
kalung di leher leher patung dewa mereka.
Dengan nuansa warna
musim semi yang kaya, Marigold dikenal orang sebagai bunga kelahiran oktober.
Para penganut Kristen awal menyebut Marigold, Mary’s Gold, Emas Bunda Maria,
dan menempatkannya di samping patung Bunda Maria. Kaya warna dan brilian, marigold
mencerminkan afeksi dan kehangatan.
Agustus-Gladiola

Julukan lain dari bunga gladiol ini adalah
“sword lily” atau pedang kecil dikarenakan bentuknya yang merupai. Karena bunga gladiol tumbuh sekitar bulan
agustus maka bunga gladiol ini dijadikan sebagai bunga kelahiran agustus (sama
halnya dengan batu peridot) dan bunga gladiol atau gladiolus ini mempunyai arti
kenangan, ketulusan, kemurahan hati dan juga pendirian yang teguh.
Gladiola, bunga
kelahiran Agustus, mencerminkan kekuatan dan integritas moral –tidak
mengherankan karena nama bunga ini berasal dari bahasa Latin untuk pedang,
“gladius”. Tetapi walau batangnya mengingatkan pada para gladiator Roma,
bunganya yang romantis dapat menaklukan hati dengan kecantikannya.
Juli-Delphinium

Batu larkspur melambangkan hati yang terbuka
dan keterikatan. Mencerminkan perasaan tanpa beban, bunga kelahiran musim panas
ini juga mengungkapkan kecantikan alami yang khas.
Dalam jumlah yang sedikit bunga larkspur ini
dapat digunakan untuk pengobatan. Penyakit penyakit yang bisa disembuhkan oleh
bunga dolphin ini yaitu gigitan serangga, asma, penyakit buang air dan juga
penyakit mata dan telinga tertentu. Bunga ini juga dipercayai dapat mengobatkan
sengatan kalajengking jika diminum bijinya dan jika dioleskan di bagian rambut
kepala dapat membunuh kutu rambut dan telurnya. Bunga larkspur ini juga dapat
digunakan untuk membuat tinta.
Dengan bunga seperti
dolphin, delphinum –atau larkspur– melambangkan hati yang terbuka dan
keterikatan. Mencerminkan juga perasaan tanpa beban, bunga kelahiran musim
panas ini mengungkapkan kecantikan alami yang khas.
Mei-Lily

Lily of the Valley diberi arti sebagai lambang
kemurnian, kesederhanaan, pesona, kerendahan hati dan juga dipercayai membawa
keberuntungan dalam dunia percintaan maka dari itu tidak heran jika bunga ini
sering ditemukan dalam penataan untuk bunga2 pernikahan. Karena bunga ini pada
umumnya tumbuh di bulan mei maka bunga ini dinobatkan sebagai simbol bunga
kelahiran bulan mei (sama halnya dengan batu zamrud atau emerald) dan bunga ini
sering disebut juga dengan “may lily”. Bunga alternatif lainnya untuk bulan mei
adalah semua bunga lily jenis lainnya. Bunga Lily of the Valley adalah salah
satu bunga yang muncul di cerita cerita alkitab Kristen yang dipercayai bahwa
air mata Bunda Maria yang jatuh di Salib Yesus berubah menjadi bunga Lily of
the Valley. Cerita lain mengatakan bahwa bunga Lily of the Valley muncul dari
darah St. George yang berperang melawan seekor naga.
Lily sangat dikagumi
orang-orang Yunani Kuno dan diyakini bermula dari air susu Hera, Ratu para
Dewa. Sudah sejak lama dikaitkan dengan Bunda Maria, Lily Putih melambangkan
kebijakan, sementara lily yang tumbuh di lembah mencerminkan kelembutan dan
keramahan. Dalam bahasa bunga, bunga kelahiran Mei ini mengekspresikan kesucian
hati, kebesaran dan penghargaan.
Maret-Daffodil

Sama halnya seperti batu aquamarine, bunga
daffodil juga dianggap sebagai bunga khas untuk orang kelahiran bulan maret dan
mempunyai arti “lahir kembali”, semangat baru, kehormatan, dan penghargaan.
Untuk memberitahu jika anda merasakan perasaan yang sama terhadap dia, maka bunga
daffodil juga digunakan untuk alasan ini. Di Cina bunga daffodil ini juga
mempunyai arti yang tidak kalah penting, yaitu memiliki simbol keberuntungan
dan kekayaan. Karena bunga ini tumbuh pada awal-awal tahun, bunga ini juga
dijadikan sebagai simbol tahun baru imlek Cina, dan jika bunga daffodil anda
mulai tumbuh di saat-saat imlek tahun baru maka dipercayai akan memberi
extra-keberuntungan atau hoki bagi si pemilik. Selain itu bunga ini juga
merupakan salah satu bunga yang paling harum wanginya.
Saat daffodil berwarna
kuning cerah menyeruak dari tanah di musim dingin, ia tampak seperti seorang
sahabat yang sudah lama menunggu untuk pulang; daffodil adalah bunga kelahiran
yang diinginkan setiap orang. Melambangkan kelahiran kembali dan awal baru,
terutama jika ditampilkan dalam bentuk buket dengan jumlah bunga yang banyak,
daffodil menjanjikan kegembiraan dan keceriaan.
Februari-Iris
Iris dalam bahasa Yunani artinya pelangi, dan
bunga ini telah dianggap memiliki berbagai arti diantaranya yaitu kesetiaan,
kebijaksanaan, kesejahteraan, persahabatan dan harapan. Karena Valentine’s day
jatuh pada bulan Februari maka dari itu bulan kedua tersebut dianggap sebagai
bulan asmara dan bunga iris dianggap sebagian orang sebagai bunga yang cocok
untuk mewakilinya.
Tidak mengherankan kelopak bunga Iris yang
menghadap ke atas melambangkan keyakinan dan kebijaksanaan. Dengan warna ungu
dan batang yang khas, bunga kelahiran Februari ini memiliki kisah berawal dari
jaman Yunani Kuno, ketika Iris, penyampai pesan dewa-dewa dan personifikasi
pelangi (dlm bhs Yunani Iris berarti pelangi), bertindak sebagai penyambung
antara bumi dan surga..
Januari-Anyelir

Bunga ayelir ini
dianggap mengartikan sebagai kekaguman, keindahan, kasih sayang, kebanggaan dan
rasa berterima-kasih. Artinya amat beragam tergantung dari warnanya yang
bervariasi. Bunga carnation yang berwarna merah dianggap memberi arti sebagai
kekaguman sedangkan warna merah gelap artinya kasih sayang yang dalam, warna
putih mengartikan cinta yang murni, persahabatan dan keberuntungan. Selain itu
bunga anyelir atau carnation yang bergaris2 memberi simbol penyesalan atas
cinta yang tak terbalaskan, warna ungu mengartikan ketidaktetapan, merah muda
artinya romantis dan cinta yang tak pernah mati.
Mewakili kebanggaan, kecantikan, kekaguman dan
kedalaman, Carnation adalah bunga untuk bulan pertama. Berasal dari Asia dan
sudah dibudidayakan selama lebih dari 2000 tahun, dewasa ini bunga yang
kerapkali dijadikan bunga kelahiran musim dingin ini tampil dengan warna-warni
beragam.
Juni-Mawar

Aphrodite, Dewi Cinta Yunani, mempersembahkan
Mawar kepada Eros, dan Cleopatra menyediakan kamar untuk Mark Antony yang
dipenuhi mawar setinggi lutut. Masing-masing warna mawar mencerminkan makna
tersendiri –dan jumlah tangkai mencerminkan pesan tersendiri– bunga kelahiran
Juni ini mengungkapkan kecantikan dan kesempurnaan
Arti Mawar
Menurut “pakar-pakar” bunga khususnya bunga
mawar,
bunga mawar berwarna merah artinya “ aku
mencintaimu”.
Sekuntum bunga mawar yang belum mekar dan
masih tertutup memberi arti “cinta pertama” .
Jika mutiara adalah batu khusus untuk
kelahiran Juni, bunga mawar juga berperan sebagai simbol bunga kelahiran Juni
September-Sapphire

Batu mulia sapphire (safir) adalah sejenis
batu mulia dari anggota mineral corundum sama seperti batu mirah (ruby). Mereka
berdua bisa dikatakan kakak adik yang sama-sama mempunyai nilai keras 9
berdasarkan daftar keras Mohs, mereka berdua menempati di urutan ke dua setelah
batu intan. Perbedaan dari keduanya terletak pada warna yaitu merah untuk batu
mirah dan biru untuk batu safir.
Batu safir terbuat dari alumunium oxide dan
titanium sedangkan batu mirah terbuat dari alumunium oxide dan chromium
(chromium yang mengakibatkan terjadinya warna merah pada batu mirh). Jika batu
safir yang memiliki warna yang bermacam-macam selain biru atau merah maka batu
itu dinamakan “fancy sapphire”. Warna yang paling ideal buat batu safir adalah
biru langit dan birunya tidak boleh terlalu kental atau terlalu keputihan
karena akan mengurangi nilai harganya. Pada dasarnya corundum murni tidak
berwarna, semua warna pada batu permata disebabkan oleh unsur kimiawi lainnya yang
bergabung saat proses kristalisasi terjadi.
Dalam dunia perdagangan batu mulia sudah tidak
heran lagi jika kita mendengar batu-batu mulia sengaja dipanaskan untuk merubah
atau memperindah batu-batu tersebut seperti warnanya, kilauannya,
pembentukkannya dan lain-lain. Diperkirakan 90% dari batu-batu mirah atau safir
akan melalui proses tersebut, suatu proses yang permanen dan telah diterima di
setiap perdagangan batu mulia. Walaupun proses ini bisa merubah batu yang tidak
berharga menjadi batu yang mahal harganya tetapi tindakan ini amat beresiko
karena perbuatan tersebut bisa mengakibatkan batu ini rusak, retak, pecah dan
dalam kejadian tertentu warna dari batu-batu tersebut malah hilang.
Kegunaan atau manfaat
April-Diamond

Intan (dalam bahasa Yunani artinya “tak
tertaklukkan”) adalah batu mulia satu-satunya yang terbuat dari satu elemen
yaitu koolstof atau zat arang yang tulen yang juga terdapat pada
tumbuh-tumbuhan, makhluk hidup serta berbagai macam batuan yang dibentuk oleh
alam dalam kondisi temperatur dan tekanan bumi yang sangat tinggi selama
miliaran tahun hingga muncul berlian yang kita kenal saat ini. Mula-mula nama
julukan intan asal Yunani tersebut ditujukan untuk baja yang dianggap sebagai
barang yang paling keras namun setelah menyadari kekerasan intan melebihi baja
maka nama itu diambil ahli oleh intan. Nilai keras intan adalah 10 dalam daftar
keras Mohs dan berat jenisnya 3,5 sampai 3,52. Intan tertua terdapat di India,
sedangkan penemuan intan pertama di Afrika Selatan pada tahun 1870.
Dari semua batu mulia yang ada, intan bukan
hanya batu yang paling keras tetapi juga mempunyai cahaya yang paling besar dan
saringan cahaya terbesar. Warna-warna intan beraneka ragam seperti kuning,
kuning muda, kebiru-biruan, merah, biru kehijau-hijauan, merah jambu, merah
muda, kuning kecoklat-coklatan, hitam (dinamakan carbonado), hijau daun
(jarang), dan yang paling umum dikenal adalah tak berwarna dan transparan.
Intan dapat terbakar dalam tanur listrik pada suhu 2000 derajat selsius dan
menjadi carbondioksida.
Saat unsur karbon bergabung dengan unsur
nitrogen itulah kristalisasi berlian berlangsung, terbentuklah berlian berwarna
semu kuning. Jika makin banyak unsur nitrogen maka warna berlian akan semakin
kuning, semakin sedikit unsur nitrogen maka semakin sedikit kekuningannya. Pada
berlian yang sangat putih maka tidak ditemukan unsur nitrogen sama sekali.
Berlian Hope yang berwarna biru dikarenakan adanya unsur boron di dalamnya,
berlian berwarna hijau dikarenakan radiasi alamiah pada saat proses
kristalisasi terjadi di dalam perut bumi dan berlian berwarna pink, merah dan
cokelat disebabkan dari struktur-struktur atomnya yang rusak atau mengalami
deformasi.
Kilau intan dinamakan ‘cahaya’ (fire),
sedangkan beningnya dinamai air. Sebutir intan yang beningnya sempurna
dinamakan intan dari ‘air pertama’ sedangkan yang kelihatan sangat keruh
dinamakan ‘air ketiga’. Sesungguhnya tidak semua intan atau berlian mahal,
hanya sedikitlah dari mereka yang mahal. Dari hasil
Kegunaan atau manfaat
Sebagian orang-orang menganggap bahwa batu
intan membawa sial, bencana dan keterpurukkan karena banyak peristiwa-peristiwa
yang terjadi memiliki intan yang hebat atau bagus pada akhirnya membawa si
pemiliknya ke keterpurukkan bahkan kematian seperti kisah terkenal dari
intan-intan paling terkenal di dunia seperti The Hope atau Koh Ih Noor
(Mountain of The Light). Kisah Kaisar Napoleon Bonaparte yang membawa intan ke
medan perang sebagai tumbal dan akhirnya kalah dan dibuang ke pulau St.Helena
serta meninggal disana setelah mengalami pembuangan selama tujuh tahun (5 Mei
1821). Dan memiliki lambang
kekuatan cinta, juga kekuasaan, keserakahan, intrik, dan magic.
Selasa, 12 November 2013
April-Daisy

Jika batu berlian adalah batu untuk orang
kelahiran bulan april, maka bunga daisy juga dinobatkan sebagai bunga simbol
kelahiran bulan april dan diberi arti sebagai kerendahan hati, kestabilan,
suci, simpati dan keceriaan.
Dan bagian menakjubkan tentang bunga daisy adalah makna bunga daisy akan kemurnian, kepolosan, kesucian, kesetiaan, kelembutan dan kasabaran. Dalam beberapa sumber, arti dari bunga daisy sebagai kesabaran, keindahan dan ‘kerahasiaan antara dua orang’. Daisy 'si sederhana' penuh letupan semangat dan selalu ceria. Menggambarkan gairah jiwa muda, yang walau singkat tapi bermakna mengungkapkan kepolosan, dengan keceriaan anak-anak tapi pemahaman yang cukup, menyimbolkan kemurnian, walau sederhana penuh dengan perasaan diam-diam. Menyembunyikan makna ketulusan, yang tersimpan rapi dalam balutan riang dan kehangatan.
September-Aster
Nama aster atau daisy berasal dari kata ‘day’s
eyes‘, karena bunga ini mekar pada siang hari dan menutup pada malam hari.
Bunga aster telah lama dihargai karena kesederhanaannya yang indah. Arti dari
bunga aster adalah kemurnian dan kepolosan. Dalam beberapa sumber lain, Anda
juga akan menemukan bunga aster sebagai kasih setia, kesabaran, keindahan, dan
bahkan ‘rahasia di antara dua orang yang saling mencintai’.
Dengan tekstur yang subur, kaya warna dan keindahan bunga-bunga liar, mudah untuk melihat mengapa aster memiliki asosiasi lama dengan kekuatan magis. Pada zaman dulu, diyakini bahwa ketika daun aster dibakar, parfum mereka bisa mengusir kejahatan. Saat ini, bunga kelahiran musim gugur ini dikenal sebagai jimat cinta dan simbol abadi keanggunan.
Bunga aster sangat
berkaitan dengan bunga chrysanthemum atau dikenal di Indonesia dengan nama
krisan, krisanthemum atau bunga seruni. Tingginya 6-36 inci dan berasal dari
Cina dan Jepang. Bunga aster ini juga merupakan salah satu bunga yang sering
digunakan untuk berbagai acara seperti pernikahan, perhiasan tahun imlek dan
lain lain.
Bunga aster adalah
bunga kelahiran bulan september (sama halnya seperti batu safir), dan dianggap
memiliki arti kesabaran, kasih sayang, dan keberuntungan. Suatu kepercayaan
lama bahwa mambakar daun aster akan mengusir ular dan dalam tradisi Prancis
meletakkan bunga aster diatas makam seorang tentara adalah sebagai penghormatan
atas keberaniannya
Jati Diri Dandelion
Bunga dandelion dengan tangkainya yang kecil dan sederhana dapat tumbuh di mana saja, tergantung dimana benihnya jatuh. Serpihan-serpihan kecil bunganya yang ringan akan terbang terbawa angin dan menyebar kemana pun ia mau, yang akhirnya akan tumbuh menjadi bunga baru di tempat ia jatuh dan membawa kehidupan baru.
Bunga dandelion, terlihat sangat rapuh, namun sangat kuat, sangat indah, dan memiliki arti yang dalam. Kuat menentang angin, terbang tinggi dan menjelajah angkasa, dan akhirnya hingga di suatu tempat untuk tumbuh menjadi kehidupan baru.
Ya, itulah inti dari kehidupan bunga dandelion yang menyimpan arti yang cukup dalam. Terbang tinggi dan menjelajah angkasa, maksudnya tetap berusaha untuk mengejar dan menggapai cita-cita kita yang mungkin akan berbatu-batu jalannya, namun tidak berhenti untuk mengejar cita-cita tersebut. Jatuh di suatu tempat dan membawa kehidupan baru maksudnya, perbaikilah kondisi lingkungan dimana pun kita berada, bawalah kebahagiaan dimanapun kita berada.
Semangat menggapai cita-cita! Moving forward no retreat!
Bunga dandelion, terlihat sangat rapuh, namun sangat kuat, sangat indah, dan memiliki arti yang dalam. Kuat menentang angin, terbang tinggi dan menjelajah angkasa, dan akhirnya hingga di suatu tempat untuk tumbuh menjadi kehidupan baru.
Ya, itulah inti dari kehidupan bunga dandelion yang menyimpan arti yang cukup dalam. Terbang tinggi dan menjelajah angkasa, maksudnya tetap berusaha untuk mengejar dan menggapai cita-cita kita yang mungkin akan berbatu-batu jalannya, namun tidak berhenti untuk mengejar cita-cita tersebut. Jatuh di suatu tempat dan membawa kehidupan baru maksudnya, perbaikilah kondisi lingkungan dimana pun kita berada, bawalah kebahagiaan dimanapun kita berada.
Semangat menggapai cita-cita! Moving forward no retreat!
Dark Paradise-Tania Zygar
All my friends tell me I should move on
I'm lying in the ocean, singing your song
And there's no remedy for memory of faces
Like a melody, it won't lift my head
Your soul is hunting me and telling me
That everything is fine
But I wish I was dead
![]() |
| I SEE THE DARK PARADISE |
All my friends ask me why I stay strong Tell 'em when you find true love it lives on Ahhh, that's why I stay here
There's no relief, I see you in my sleep And everybody's rushing me, but I can feel you touching me There's no release, I feel you in my dreams Telling me i'm fine
But that there's no you,
except in my dreams tonight, I don't wanna wake up from this tonight
Editing: AwangNangunDita
For : Awan(g)
Senin, 11 November 2013
Puisi untuk Awan(g)-Seperti Udara~Biarkan aku mengejarmu
Izinkan aku terbang menghampiri mu...
Meskipun kau jauh diatas sana, dan aku sendirian di sini....
Biarlah..
Biarlah aku berusaha dan meraihmu...
Kita wujudkan cita-cita bersama..
Kita buat hujan sejuk dan embun pagi..
Akan ku buat pelangi melintasi mu..
Kita buat mentari tersenyum kearah kita..
Meskipun kau jauh diatas sana, dan aku sendirian di sini....
Biarlah..
Biarlah aku berusaha dan meraihmu...
Kita wujudkan cita-cita bersama..
Kita buat hujan sejuk dan embun pagi..
Akan ku buat pelangi melintasi mu..
Kita buat mentari tersenyum kearah kita..
Kamis, 07 November 2013
Seperti Udara (lanjutan 4)
Akankah aku memulainya
hari ini? Aku memang tidak sabar, tapi aku mencoba untuk bersabar. Dan hari ini
kuharap hari yang tepat untuk itu.
Ya, aku akan pergi ke
rumahnya. Meskipun aku tidak akan bertemu dengannya, tapi aku akan tetap ke
sana. Berharap bertemu dengan Puput, yang juga temannya. Aku teringat
percakapanku via handphone tadi malam dengan gadis itu.
“ini puput ya?”
tanyaku setelah mengucapkan salam.
“ya. ini siapa?” ia
balik bertanya. Suaranya terdengar lebih halus dan lembut dari tujuh tahun yang
lalu.
“ini Dita. yang dulu
ikut teater loh…” jawabku setengah tersenyum.
“oooalahhh…. Kak Dita.
emang kenapa kak?” suaranya melunak.
“gimana kabarmu?”
tanyaku basa-basi.
“alhamdulilah kak
baik, kakak sendiri gimana?” ia balas bertanya.
“alhamdulilah juga”
jawabku.
“katanya balik ke
Indonesia?” ia bertanya.
“iya nih sudah sampai
dari kemarin…” jawabku.
“waduh… mana
oleh-olehnya?” terdengar canda dari nada suaranya.
“ya besok tak anterin
ke sana deh….” Jawabku bercanda tapi juga serius.
“lho iya ta?” nada
suaranya tak percaya dengan keseriusanku.
“iya. Sekarang kamu di
Laban kan?” aku bertanya dan dapat kurasakan jantungku berdegup kencang.
“iya dong kak. Atau…..
kakak mau main ke rumahnya Awang ya?” ia bertanya menyelidik. Ia masih ingat
dengan episode itu. Aku tersenyum geli.
“heheheh…. Iya… apa
dia masih di situ?” aku benar-benar khawatir.
“hmmmm……” suaranya
terdengar bimbang.
“Put???” aku
memanggilnya lemah.
“orang tuanya masih di
situ, tapi sekarang Awang ikut pamannya layar.” Jawabnya dengan penyesalan.
“layar? Dia jadi koki
kapal ya?” tebak ku.
“kok kakak tau?” ia
heran.
“dia pernah cerita
tentang itu padaku” jawabku. Semburat senyum dapat kurasakan saat aku mendengar
bahwa ia telah meraih salah satu tujuannya.
“oohhh….” Komentarnya.
“apa dia sekarang di
rumah?” pertanyaan bodoh.
“enggak… mungkin kakak
harus bicara sama ortunya dulu…” sarannya.
“tentu saja… besok
sekalian anterin aku ya…” pintaku.
“oke kak” jawabnya.
“makasih ya” kataku,
air mataku hampir tumpah.
“sama-sama” balasnya.
Telepon kuakhiri. Ada seorang
lagi yang ingin kuhubungi. Ia adalah sahabat baiknya sekaligus adik
kelas yang kuanggap sebagai adikku. Ilham.
“hallo assalamu
alaikum” aku mengucapkan salam
“wa’alaikum salam”
suaranya terdengar ramah.
“Ilham Rosyidi?” aku
memastikan.
“kak Dita?” ia
membalas sapaanku.
“iya. Ilham!!!! Aku kangen
kamu…. Gimana kabarmu?” jawabku histeris. Teringat dalam kepalaku kelakuannya
saat di teater.
“alhamdulilah baik
kak. Kakak sendiri?” dapat kulihat senyum diwajahnya.
“alhamdulilah dek….” Aku
turut tersenyum.
“uda pulang dari Paris
ta kak?” suaranya masih seperti dulu, meski sedikit berat dan serak.
“sudah. Kemarin. Eh,
kamu masih di Gresik ta?” tanyaku langsung to the point.
“iya. Emang kenapa
kak?” kulihat dahinya berkerut.
“engg….. mau kuajak ke
rumahnya Awang..” jawabku lirih.
“oalah…. Iya. Insya Allah
besok bisa.” Ada senyum dalam kalimatnya.
“oke deh. Makasih dek…”
kataku kemudian mengakhiri percakapan.
Aku berpikiran hendak
menelepon seseorang lagi. Orang ke 5 dalam episode ini. Orang yang membuat dia
membenciku dan mejauhiku. Orang yang telah membuatku berjanji. Ya. tekadku
sudah bulat.
“assalamu alaikum… ini
Fahri?” tanyaku saat ada yng mengangkat.
“iya. Ini siapa?” ia
balik bertanya. Aku memang jarang berkomunikasi dengannya.
“ini Dita. dari
teater. Inget?” aku bertanya dan menyembunyikan sakit hatiku.
“iya.” tak ada
ekspresi dalam suaranya.
“kamu masih di Gresik
ta?” aku bertanya sesopan mungkin.
“enggak. Aku ada di
Jawa Tengah” jawabnya.
“oalah… ya sudah kalo
gitu… maaf ganggu…” jawabku lalu mengakhiri percakapan.
Dia tidak ikut. Sudah kuduga.
Kebenciannya padaku tak akan pernah hilang. Entahlah.
Itu kemarin malam. Sekarang
telah pagi dan aku siap dengan rencanaku. Aku mengendarai sepeda pancalku dan
menuju kearah Putat, kemudian ke Domas, melewati SMP ku dulu, melewati
Bringkang, dan sampai di pasar Menganti.
Aku berhenti sebentar
dan menepikan sepedaku di Alfamart. Aku mengeluarkan hp dan menelpon Ilham. Ku katakan
padanya kalau aku telah sampai di Pasar Menganti dan aku meneunggunya di sana.
Tak lama kemudian, ada
seorang pemuda menghampiriku. Ia terlihat cerah dan bersahabat. Raut wajahnya
juga ku kenali. Ilham. Aku merindukan dia.
“kakak nunggu lama ta?”
tanyanya.
“enggak kok dek…”
jawabku tersenyum dan mengamatinya dari bawah keatas.
“kakak sekarang makin
cantik…” godanya.
“justru kamu yang
tambah endut…” balasku.
“heheheheh….” Ia hanya
terkekeh.
“yuk… ntar puput
nungguin…” kataku menaiki sepedaku.
“emang Awang dirumah? Tadi
malam aku telepon katanya masih layar……..” jawabnya.
“iya aku tahu…”
jawabku menoleh kebelakang.
“Trus?” ia memasang
muka tak berdosa.
“sudah… yuk!!!!” aku
memancal sepedaku dengan semangat dan jantung berdebar.
Sudah tujuh tahun lamanya
aku tidak bertemu dengannya, untung Puput bisa kuajak kerja sama. Heheheheheh,
aku terkekeh dalam hati. Aku memang bodoh. Ya, sperti katanya, aku adalah baka
yaru, komo yaru. Tapi biarlah.
Rabu, 06 November 2013
Seperti Udara (lanjutan 3)
Lega. Itulah
yang kurasaka saat pesawat lepas landas dari bandara Charles de Gaulle. Tidak ada
penyesalan yang tertinggal. Yang ada hanyalah harapan akan masa depan.
Kini aku
telah sampai di bandara Juanda. Aku menuju tempat dimana kedua orang tuaku
telah menungguku.
Kulihat keriput
di wajah mereka. Ada gurat kerinduan di sana.
“ibu…..
bapak…..” kataku menghampiri mereka.
“Dita….”
Kata mereka hampir bersamaan.
Kami menumpahkan
rindu sambil berpelukan seperti teletubbies.
Gresik…
Betapa aku
dapat mencium aroma mu…
Aku dapat
menikmati kemolekanmu, merasakan desah nafasmu…
Mendengar
denyut jantungmu setiap hari…
Dan melihat
tingkah polah mu…
Kebahagiaan
menyeruak dalam dadaku saat aku telah sampai di halaman rumah. Sengaja ayahku
tidak langsung kerja karena ada aku yang datang jauh-jauh dari Paris. Tetanggaku
juga ikut menengok ku. Sebagian dari mereka ada yang telah pindah dan digantikan
wajah-wajah baru yang tidak ku kenal.
Aku merindukan
kamar ku…
Kamar dimana
aku membuat janjiku dengannya tujuh tahun silam…
kamar
dimana hanya tuhan yang tahu apa yang kulakukan…
kamar dimana
aku bermimpi tentangnya setiap malam.
Aku memandang
ke halaman rumah.
Ada bayangannya
di sana. Ia duduk diatas sepeda motornya dan menatapku saat aku masuk ke dalam
rumah.
Aku melihat
itu semua sebagai orang ke-3. Lucu kelihatannya aku melihat diriku beberapa
tahun silam sebagai aktor dalam film kehidupanku.
Itu semua…
Kenangan
yang indah. Meskipun ada banyak air mata dan sakit hati yang ada, aku
menyikapinya sebagai jaminan kebahagiaan masa depan.
Aku
ingin duduk dibelakangnya saat ia mengendarai sepeda motornya dengan kecepatan
120 km/jam bahkan lebih, dan aku berteriak ketakutan. Aku tersenyum dan meneteskan air mata
saat mengenang kejadian itu.
Semuanya
terasa indah. Terlihat cantik. Terdengar merdu. Terasa manis.
Aku akan
merasakan yang seperti itu lagi….
Mungkin besok….
Ya,
secepatnya….
Seperti Udara (lanjutan 2)
Semuaya telah
siap. Aku telah mengemasi semua barang-barangku. Tinggal pamit ke tetangga
sebelah dan minta do’a restu. Aku bisa merasakan senyumku mengembang saat
meninggalkan apartemenku.
“où vous
irez?” Tanya Vilda.
“Je vais
aller à mon pays natal, en Indonésie” jawabku tak berhenti tersenyum. Kulihat kedua
alis matanyanya bertaut heran.
“pourquoi?”
ia masih bertanya.
“il ya
des choses que je dois y finir” aku menjawab seraya menghampirinya.
“quand
vous reviendrez?” kulihat matanya sayu.
“ne vous
inquiétez pas, je reviendrai quand mon entreprise se fait” jawabku seraya
memeluknya.
“tu me
le promets?” ia sangsi.
“Insya
allah. si Allah me permet” jawabku lalu berjalan menuruni tangga dan
mengucapkan kata-kata perpisahan pada semua tetanggaku.
Aku aka
berpisah dengan mereka. Sekai aku mengucapkan kata perpisahan, berarti aku
harus berpisah dengan mereka dan tidak bertemu lagi.
Sekelebat
memoriku terbentuk dan menggumpal.
Aku mendongak
dan menatap awan yang berarak disebelah timur. Taksi yang kupesan belum datang.
Aku harus menungu.
Aku kembali
ingat kata-kata perpisahan yang ia ucapkan padaku. Dulu. Tapi dalam hati aku
membatin, “Jangan ucapkan perpisahan kalau kau ingin bertemu denganku lagi. Entah
saat itu kia memiliki hubungan atau sebagai individu yang tidak saling
mengenal.”
Air mataku
menetes. Betapa ia tak berperasaan saat mengucapkan kata-kata perpisahan itu. Namun,
biarlah…
Aku yakin
kami akan bertemu lagi.
Taksi yang
kutunggu telah dating.
“pardonnez-moi
pour mon retard” katanya meminta maaf lalu membantuku memindahkan koperku ke
bagasi.
“ça ne
fait rien” jawabku seraya tersenyum.
Sebelum ke
bandara, aku harus ke rumah sahabatku terlebih dahulu. Sahabat yang dulu pernah
serumah denganku, namun kini ia mengikuti suaminya dan pindah rumah. Sahabat
yang telah membuatku mengucapkan janji pada seseorang yang dia sakiti. Da sahabat
yang menyakitiku dari hari ke hari. Sahabat yang membohongiku da
mengkambinghitamkan aku.
Aku
menghela nafas mengingat semua keburukannya. Kemudian kucoba menghilangkan semua
keburukan itu dengan kebaikannya.
Ia seorang
sahabat. Dimana aku bisa menceritakan apa yang tidak bias kuceritakan pada
orang lain. Ia sahabat yang paling mengerti aku. Ia sahabat dimana aku bias berbagi,
dan menganggap milik ku adalah milikmu.
Aku tersenyum
getir. Bahkan aku rela melepas seseorang yang lebih penting untuk sahabat
semacam itu. Entah. Biarkanlah air sungai bermuara pada laut.
Aku telah
sampai. Kulihat suaminya sedang bermain di luar bersama anak-anaknya.
“assalamu
alaikum…” sapaku tersenyum.
“wa’alaikummussalam”
jawab mereka hampir serempak. Namun tak kulihat ia di sana.
“dimana
Liva?” aku bertanya sambil menggendong Abdul yang menarik kakiku.
“masih
masak mungkin” jawab Mario.
“bias panggilkan
sebentar?” pintaku.
“tunggu”
jawab Mario lalu berlari ke dalam rumah.
Tak lama,
Mario keluar bersama Liva.
“hai….
Dita sahabatku….” Kata Liva memelukku. Abdul langsung minta digendong Liva.
“sibuk
ya?” tanyaku mengerutkan kening.
“lumayan
sih… ada apa?” ia bertaya balik.
“aku mau
pulang ke Indonesia” jawabku dengan ekspresi meminta maaf.
“hah?!!
Kapan?” Liva shock.
“hari
ini. Orang tuaku sudah kangen nihh…” jawabku.
“kok gak
ngabarin dari kemarin sih? Kan aku juga mau ikut?” dari nadanya kurasa ia
jengkel.
“yahhh….
Maaf… aku kan baru dapat e-mail dari ayahku semalam…” jawabku.
“kamu
terburu-buru?” Mario menyela.
“tidak
juga…” aku berbohong.
“hmmmm….
Ya sudah deh…. Tuh taksimu uda nunggu,.,,” kata Liva akhirnya.
“bener
nih? Eh, punya sangu gak buat di jalan?” aku menjawab denga ekspresi memelas.
“mau kue
coklat keju?” tawarnya.
“mau mau
mau….” Aku menjawab seperti anak kecil.
“Sayang….
Tolong ambilin di kulkas ya…. Semuanya juga boleh…” pinta Liva pada suaminya.
Mario hanya
menuruti kata istrinya. Sementara aku dan Liva berbincang mengenang masa lalu
kami. Mario kembali dengan bungkusan putih di tangan.
“nih…
jajan buat di jalan…” kata Liva.
“heheheh….
Oke.. oke…” jawabku seraya tersenyum lebar. Namun, kulihat kesedihan dimata
Liva.
“tenang
saja, Insya Allah aku balik kok” kataku memeluk Liva da menenangkannya.
“janji?”
ia mengkonfirmasi.
“insya
allah” jawabku kalem.
“tuh…
ntar argonya mahal….” Kata Mario.
“sayounara…
jaga Liva baik-baik ya, Mario.” Kataku meninggalkan mereka.
“kamu
juga hati-hati di jalan” kata Liva dan Mario hampir berbarengan.
Aku menghampiri
taksi tanpa menoleh kebelakang.
Dulu, Liva-lah
yang mengucapkan selamat tinggal. Tapi, dia juga yang masih ingin bertemu
denganku.
“Allons
à l'aéroport Charles de Gaulle” kataku pada sopir taksi.
“oui,
mam” jawabnya.
“voulez-vous
cela?” tanyaku seraya menangsurkan kue yang tadi Liva berikan padaku.
“N'est-ce
pas donner votre meilleur ami?” tanyanya melirikku dari spion.
“oui, en
effet. mais j'ai pris ma part. Je ne pouvais pas tout manger.” Jawabku sambil
tersenyum.
“ok. à
vous de mam” jawabnya.
Aku mengangsurkan
isi plastic itu kearahnya. Ia menerimanya seraya melirikku.
“merci”
jawabnya.
Aku mengangguk
dan tersenyum seraya membalas, “soyez le bienvenu”
Perjalanan ke
Charles de Gaule….
Kuharap cepat.
Aku tak sabar ingin sampai rumah.
Sampai di
Indonesia.
Sampai
di Gresik…
Terlalu banyak
kenangan di Gresik, sehingga sulit kulupakan. Dan janjiku padanya…
Aku akan
menepatinya….
Langganan:
Postingan (Atom)

.jpg)

.jpg)
.jpg)

.jpg)


