Selasa, 26 November 2013

End of MOTA

Kebahagiaan karena telah memberikan yang terbaik lebih nikmat daripada kemenangan yang berulang. Sebuah kebersamaan akan terasa nikmat apabila kita menikmatinya. Dan sebuah kerikil tiada berarti bila tidak ada yang menginjaknya. Kita hidup di satu semesta oleh karenanya hidup mesti saling jaga. Keselarasan mimpi terindah.

Kamis, 21 November 2013

Seperti Udara (lanjutan 7)

Memang mendung disini. Aku melihat keatas. Masih ada awang yang menggantung. Aku harap tidak hujan. Aku masuk ke dalam gangku dengan santai. Ilham mengikuti dibelakangku.

“kakak rumahnya tetep yang dulu?” suaranya yang besar singgah ditelingaku.
“yaiyalah… rumah Cuma punya satu..” jawabku datar.
“oo…” komentar pendek darinya.
Aku tidak ingin orangtua ku melihatku menangis. Aku harus seceria saat aku berangkat tadi.
“Ilham…” panggilku setengah menghardik.
“ehmmm…” jawabnya dan aku memelankan laju sepedaku. Aku berhenti di pos satpam yang tidak terpakai. Ilham mengikuti dan berhenti disebelahku.
“apa?”
“gapapa J ” aku menjawab seraya tersenyum.
“-_-” Ilham balas tersenyum.
“makasih ya..”
“iya sama-sama”

Mataku terasa panas. Aku hendak menangis lagi, namun kutahan sekuat tenaga. Dan aku berhasil. Untung Ilham tidak melihat genangan air mataku.

“aku gak tau harus gimana lagi kalo gak ada kamu…” kataku tersenyum.
“aku juga…” ia melirikku. Ada kilatan tersembunyi dalam matanya.
“yuk! Bentar lagi nyampe. Oya, rumahku dari dulu berantakan, jadi jangan kaget ya….” kataku meraih sepeda dan menaikinya.
“ahh…. Gapapa kok kak…” jawabnya.

Aku terus melanjutkan mengayuh. Hingga pada suatu gang yang membelok kearah kanan, aku membelokkan sepedaku dan mengikuti jalan kecil itu. Di sebuah rumah bercat biru dengan pohon cemara menjulang di depannya, aku memelankan sepeda dan memakirnya dibawah pohon jambu.
Aku  menoleh kearah Ilham, dan memberikan kode padanya untuk memarkir di tempat dimana aku memakirkan sepedaku.

“ayo masuk…” ajakku berjalan ke dalam rumah.
Di rumah tidak ada siapa-siapa. Aku membuka rumah dengan kunci yang kubawa. Ada note kecil diatas meja saat aku membuka pintu. Ternyata orang tuaku sedang pergi. Entah aku harus senang atau tidak. Aku tidak tahu.

Kulihat keluar dan Ilham masih berdiri di jalan setapak rumahku.
“ayo masuk sini!!” kataku setengah berteriak.
Ilham menuruti perkataanku dan masuk. Ia langsung duduk dishofa sementara aku mengeluarkan air putih dari dalam kulkas. Tak lupa jambu air yang kemarin aku panen juga ikut kuhidangkan.
“ayo Ham… ojo sungkan…” aku mempersilahkan.
“lho… ortue sampean nag ndi mbak?” tanyanya dengan logatnya. Aku merasa geli.
“lagi pergi…” jawabku pendek kemudian duduk bersebrangan dari tempatnya duduk.
“sampean anak tunggal?”
“iya… -_- ‘’ perasaan dari dulu udah aku kasih tau deh….” Aku menjawab dengan ekspresi –yang benar saja–kutujukan padanya.
“heheheh….. lupa….” Ia menjawab tanpa dosa.
“nih…. Minum dulu… habis sepedaan jauh gitu… pasti capek..” kataku mendekatkan minuman dan jambu di baskom. Aku juga mengambil sebuah jambu untuk diriku sendiri.

Kurasakan tiba-tiba suasana berubah menjadi kaku dan formal. Entah kenapa aku melangkahkan kaki menuju kamar mandi tanpa permisi. Meskipun aku masuk ke dalam kamar mandi, tapi aku tidak juga buang air. Aku malah berdiri memunggungi pintu kamar mandi dan melongokkan kepalaku ke dalam bak kamar mandi.
Dapat kulihat bayanganku disana. Ada gurat kesedihan, kerinduan, dan kebimbangan. Bimbang? Kenapa? Apa? Dengan siapa? Pertanyaan-pertanyaan itu muncul  mendadak. Aku tidak tahu jawabannya. Aku bingung harus menjawab apa.
Sedetik kemudian aku sudah menampar bayanganku. Terdengar air berkecipak dan membasahi tanganku. Aku masih saja mengamuk. Menyebabkan air berkecipak makin brutal. Kini wajahku ikut terkena getahnya.
Kerudung dan pakaianku juga ikut basah. Kudengar derap langkah kaki mendekat.

“mbak Dita kenapa?” suara khas Ilham.
“…………………………….” Aku tidak menjawab melainkan memilih suara-suara dalam udara yang menanyakan kebimbanganku.
“mbak?” ia maju satu langkah.
“…………………………..” suara-suara itu perlahan memelan dan kemudian menghilang sama sekali.
Bak mandi menjadi keruh, namun tidak ada riak lagi. Airnya sudah tenang. Aku mengamati tanganku yang basah kemudian meraba wajahku.
“mbak Dita!!!” kali ini suaranya tegas.
Aku membalikkan badan dan melihat ia berdiri di depanku. Aku masih menunduk. Kurasakan ketegangan itu kembali menyusup dan mengawang.  Menelisik tiap perasa yang ada.
“sampean kenapa mbak?” tanyanya.
“…………………” aku masih menunduk.
“mbak!!!” kali ini nadanya menghardik.
“………………….” Aku menatap matanya dengan kosong. Aku masih memikirkan suara-suara itu.
“mbak Dita!!” kedua tangannya memegang pundakku yang lebih pendek darinya.
Aku langsung sadar dan menepisnya dengan kasar.
“aku mau ganti baju…..” jawabku kemudian mengambil handuk.

Aku langsung kabur ke kamar depan, mengunci rapat-rapat pintunya. Namun aku belum juga mengganti bajuku. Aku malah mengambil sebuah buku. Kutuliskan apa yang harus kutuliskan disana. Hanya aku dan Tuhan yang tahu.
Sepuluh menit kemudian aku keluar dan mendapati setengah dari isi baskom telah kosong. Aku hanya tersenyum geli melihat ekspresi tak bersalah Ilham.

“wah….. kamu doyan banget..” kataku seraya mengembalikan handuk.
“yaiyalah…… lha sampean malah ngilang gak jelas”
Aku kembali ke hadapannya dengan cepat kemudian duduk dan mengambil jambu.
“kak, aku pulang dulu ya……”
“lho? Kok buru-buru?” kataku spontan.
“lha tadi sampean malah semedi di kamar mandi……..” jawabnya seraya bangkit.
“maaf……….. maaf…….” Kataku menyesal.
“pulang dulu ya….” katanya keluar dan berjalan menghampiri sepedanya.
“oke… ati-ati di jalan”
“iya iya…”
“jangan lupa sering-sering main ke sini…”


Aku mengantarnya hingga ia hilang dibelokan jalan. Aku berharap dia adalah Awang.

Rabu, 20 November 2013

Seperti Udara (lanjutan 6)

Aku tak bisa menahannya lagi. Aku menangis dan kurasakan bahwa mataku kabur. Namun, aku masih bisa melihat sosok yang mendatangiku. Ia tersenyum kecut. Aku mendongakkan wajah dan melihatnya.

“sudahlah mbak….. gak pantes mbak nagis…” ia mencoba menghiburku.
“hiks…hiks…hiks…”
“mbak… kenapa sih mbak? Jangan nagis dong… kan malu dilihat orang…”
“…………………….” Ku tak peduli. Aku masih terisak dengan kepala menunduk.

Kurasakan tangan kekar Ilham meraih pundakku dan membelaiku perlahan. Ia juga mencoba mendongakkan wajahku agar aku bisa menghadapnya. Tapi aku keras kepala. Aku masih saja menunduk.

“mbak…. Aku kan ada di sini…” Ilham berkata lembut. Mau tak mau aku mendongakkan kepala. Aku menatap wajahnya. Masih berkabut. Mungkin air mataku yang menghalangi pemandanganku. Aku mengelap air mataku dengan punggung tanganku.

“sudah… gausah nangis lagi… sampean udah besar…”. Aku tersenyum mendengar pernyataannya. Aku tahu aku sudah berumur 24 tahun, dan tidak pantas bagiku menangis seperti anak kecil.
“heheheeh” aku hanya terkekeh sedih.

Kutatap matanya beberapa lama dan dapat kutemukan sesuatu. Entah apa. Sesuatu itu hangat. Sejak dulu memang Ilham-lah yang paling mengerti mengenai ini.
Aku tak tahu harus bagaimana lagi. Tidak mungkin aku menyusul Awang. Kini, yang bisa kulakukan hanyalah menunggu. Ya menunggu. Itulah yang sering kulakukan dulu, saat aku menunggunya agar kami bisa berangkat sekolah bersama.

Aku menunggunya sejak pukul setengah enam, tapi ia muncul pukul enam lebih seperempat. Aku hanya melayangkan senyum jengkel dan geli saat itu. Kemudian aku naik dan duduk dibelakangnya. Aku selalu bilang padanya untuk berhati-hati.
Dan dulu kami sering bertengkar masalah kecelakaan. Aku masih ingat ia tetap ngotot bahwa cerita itu adalah opini. Tapi aku mengatakannya bahwa itu adalah fakta karena memang ada buktinya. Lantas ia menamaiku ‘opini’.
Aku ingat masa-masa itu. Dimana aku belum menyadari bahwa ia mencintaiku. Aku belum tahu. Dan disaat aku tahu, semuanya berubah. Sahabatku…. Dhea tiba-tiba membenciku dan meninggalkanku begitu saja saat ia dan temannya bercanda denganku.

Tapi yang paling menyakitkan adalah saat Dhea, senang melihatku menderita kemudian meninggalkan aku sendiri. Dhea sendiri yang bilang seperti itu. Dan sampai sekarang…. Aku belum bisa memaafkan kejadian tujuh tahun lalu. Meskipun aku dan Dhea telah berteman baik selama itu.

“mbak…” suara rendah Ilham membawaku ke masa sekarang. Aku menoleh.
“maaf” hanya itu yang bisa kuucapkan.
Awang... aku mendongak dan kulihat sekumpulan awan mengarak ke rumahku di Putat. Mungkin sebentar lagi hujan. Entah.

Kuharap Awang disana. Mengikutiku, atau aku yang mengikutinya? Entah. Aku mencintainya. Sangat.
Kali ini bukan rasa suka biasa, tapi cinta.

“aku mau pulang” kataku kemudian berdiri meninggalkan Ilham.
“mbak… kok buru-buru?” Ilham mencegahku.
“iya?” aku menoleh.
“boleh aku main ke rumahnya mbak Dita?” sorot matanya aneh.
“Boleh dong… yuk!!!”

Kami berjalan menghampiri sepeda kami masing-masing. Entah apa yang kupikirkan. Aku hanya menghitung detik agar cepat berlalu dan aku bertemu dengannya.

Selasa, 19 November 2013

MOTA

i'm so glad i can spend my time with you guys :D
dan... inilah hasil karyaku....
 
heheheheeh............ :D

Senin, 18 November 2013

Seperti Udara (lanjutan 5)

Jantungku berdegup kencang saat aku memasuki sebuah gang kecil yang terletak disebelah barat SMPN 2 Menganti. Aku  masih ingat alamat rumahnya. Gang 3 RT 4/RW 5. Entah kenapa kakiku gematar, rasanya aku ingin ambruk.

“kakak gapapa?” Tanya Ilham memegangiku dari belakang.
“gapapa kok” jawabku bohong.
“ayo kak. Itu rumahnya” kata Puput menunjukkan sebuah rumah yang pernah kusinggahi dulu.
Aku menatap mata mereka. Kuucap bismillah dalam hati kemudian memasuki rumah itu. Ilham-lah yang kusuruh masuk duluan.

“assalamualaikum…” Ilham mengucap salam.
“waalaikum salam…” seseorang menjawab seraya keluar dari rumah.
“ayo mas silahkan masuk… mbaknya juga…” katanya mempersilahkan.
“oh iya dek…” jawabku mengikuti langkah Ilham yang masuk duluan.
Kutebak remaja itu adalah adik Awang. Dan memang benar. Tak lama ada seorang wanita lebih dari setengah abad, namun masih terlihat cantik keluar dan menghampiri kami.

“oalah… mau cari siapa ya?” tayanya to the point.
“saya temannya Awang.” Ilham memperkenalkan diri.
“oalah yang dulu pernah main ke sini itu ya?” kata ibunya Awang, memperjelas.
“iya tante”
“lha kalo yang cewek ini siapa?” sang ibu melihat kearahku.
“saya juga temannya Awang” jawabku menyembunyikan semburat merah dipipi.
“ohh… terus… ke sini ada keperluan apa?”  Tanya beliau.
“ini saya mau nyambangi teman akrab. Kan baru pulang dari perantauan” kataku menjelaskan.
“pulang dari mana? Kok Awang gak beri tahu?”
“mungkin hpnya Awang tidak aktif. Saya sudah mencoba menghubungi Awang…” jelasku.
“oalah…. Memangnya merantau kemana?”
“dari Paris bu. Alhamdulilah kontrak sudah habis. Sekarang disuruh pulang sama ayah ibu…” kataku pelan.
“ohh… gitu… to”
“oya.. ini ada oleh-oleh sedikit buat Awang dan adiknya…” kataku memberikan oleh-oleh yang kubawa.
“gak usah repot-repot….” Jawab ibunya Awang.
“kira-kira Awang pulangnya kapan tante?” Tanya Ilham.
“waduh… kurang tahu ya….. soalnya baru berangkat Juni kemarin…. Mungkin 6 bulanan…” terang beliau.
“oalah… apa hpnya Awang ganti? Kok saya telpon selalu salah?” Ilham bertanya lagi.
“oalah itu…..” aku tidak mendengar percakapan selanjutnya. Mataku sibuk memandang foto-foto yang terpajang di tembok.

Ada foto keluarga Awang disana. Saat Awang masih kecil, hingga beranjak dewasa. Mungkin itu foto terakhirnya sebelum ia berangkat berlayar. Ia terlihat gagah mengenakan pakaian koki dan berdiri bersama rekan-rekannya dari lain Negara.

Sebuah foto mengagetkanku. Itu foto Awang dengan seorang gadis. Mereka berfoto begitu mesra. Mereka berdua saling menempel. Meskipun foto itu kecil, tapi mataku yang minus masih dapat mengenali bahwa itu adalah Awang.
“ini fotonya Awang sama siapa ya?” tanyaku spontan.
“oohh…. Itu katanya Awang, pacarnya Awang. Mereka udah tunangan tapi di rumahnya si ceweknya…”
“dan…. ???” aku menoleh dengan kaget.
“ya… berhubung Awang-nya lagi layar, ya gak bisa cepet-cepet nikah…….” Jawab ibunya Awang dengan entengnya.

Aku merasa hilang arah. Aku menahan air mata yang hampir tumpah dan mencoba tersenyum seikhlas mungkin. Aku cemburu dengan gadis itu. Sangat. Aku menatap Ilham dan memberikan kode untuknya agar pulang.

“kalau begitu kami pulang dulu tante….” Pamit Ilham
“kok buru-buru?”
“iya.. setelah ini mau kunjung-kunjung lagi..” jawab Ilham
“tolong sampaikan pada Awang kalau kami kemari ya, Te…” kataku
“iya…iya… nanti tante sms Awang…. Oya, kamu namanya siapa?” si ibu menahan pundakku.
“Dita…” jawabku kemudian keluar dari rumahnya.
“permisi dulu Te… Assalamualaikum…” kata Ilham samar-samar.

Aku tidak tahu harus bagaimana. Aku ingin menangis sekeras-kerasnya. Kuputuskan untuk mengayuh sepedaku kearah SMPN 2 Menganti. Meskipun ada beberapa yang ikut taekwondo, tapi aku tidak peduli. Dapat kurasakan kalau Ilham mengikutiku.
Awang….. kenapa kau begitu kejam padaku? Aku tahu aku yang salah, taapi aku telah meminta maaf dan berusaha memperbaiki keadaan, tapi kenapa kau membalaskan dendammu dengan cara begini?
Aku tak kuat menahan air mata lagi. Aku menangis sejadi-jadinya didepan kelas yang tak kutahu kelas apa. 

Aku menangis. Untuk Awang.
Ia membalaskan dendam…
Ia marah…
Ia…. Tidak mencintaiku…
Tak apa, aku tetap mencintainya, perjanjian ini masih berlaku!!!!


Rabu, 13 November 2013

Desember-Turquoise

Batu pirus merupakan salah satu batu yang paling lama diketahui oleh manusia. Batu pirus mempunyai nilai keras 5-6 berdasarkan daftar keras Mohs, mereka menempati di urutan ke delapan. Karena batu pirus hanya sedikit lebih kuat dari kaca jendela maka batu ini harus dijaga dengan hati-hati. Batu pirus ini telah dikenal oleh bangsa Mesir dan ditambang di daerah Sinai lebih dari 6000 tahun silam dan banyak ditemukan dalam makam-makam kuno yang berusia lebih dari 4000 tahun sebelum Masehi. Batu pirus yang paling berkualitas terdapat di Iran.

Nama batu pirus “turquoise” dalam bahasa Prancis artinya “batu Turki” yang awal-awal dikira memang berasal dari Turki karena namanya, namun sebenarnya batu ini tidak ada di Turki. Turquoise merupakan batu nasional negara Iran (Persia) dan digunakan untuk menghiasi mahkota kerajaan dan atribut bagi para petinggi negara. Kualitas Turquoise terbaik ditemukan di Nishapur, bagian Timur Laut Iran dan penambangannya telah berlangsung sekitar 3000 tahun silam. Namun kini turquoise juga banyak ditemukan di bagian barat daya Amerika Serikat di negara Arizona dan New Mexico, dimana suku-suku Indian membuatnya menjadi perhiasan-perhiasan yang indah. Suku Aztec mengunakan turquoise sebagai potongan kecil mozaic untuk menghias topeng yang digunakan pada upacara keagamaan dan hiasan lainya.

Batu ini tidak transparan atau tembus cahaya dan warnanya ada yang hijau muda sampai hijau tua dan ada pula yang biru muda sampai biru tua. Pada umumnya batu pirus berwarna hijau tetapi yang berwarna biru lebih tinggi nilainya. Warna hijau di batu pirus disebabkan adanya campuran besi dan warna biru pada batu pirus disebabkan adanya campuran tembaga. Garis garis yang menyerupai keretakan di batu pirus itu sebenarnya merupakan urat emas, pirus daun dan sebagainya. Urat-urat di batu pirus yang berwarna merah sangat mahal harganya karena dipercayai sebagai jenis batu pirus yang sakral dan jika batu pirus tidak ber-urat maka akan dianggap sebagai batu pirus yang sudah “mati”.

Menurut para pakar dan penggemar batu pirus, batu ini sangat sensitive terhadap bau-bauan. Batu pirus dapat menyerap bau, minyak atau kotoran dalam jangka waktu yang lama, sifat batu turquoise atau pirus agak lunak dan berpori-pori, sehinga pemakaian dan perawatannya harus lebih diperhatikan karena dapat menyerap minyak atau bahan kosmetik seperti parfum jadi hindarkan atau jangan meletakkan batu pirus ini bersamaan dengan barang-barang yang mempunyai zat-zat yang bisa mempengaruhi batu pirus tersebut. Batu pirus juga perlu “bernafas” dan ruangan yang lembab atau kurang udara dapat menyebabkan warna batu pirus berubah dan akhirnya jatuh nilai harganya. Batu pirus sering dipakai pada para raja dan penguasa di zaman dulu.

Kegunaan atau manfaat
Batu pirus dipercayai memiliki pengaruh-pengaruh antara lain membawa kedamaian dan kebahagiaan dan menolak bencana atau bahaya.

November-Topaz

Batu topaz terdiri dari alumunium oxide dan kiezelzuur. Batu topaz mempunyai nilai keras 8 berdasarkan daftar keras Mohs, mereka menempati di urutan ke empat setelah batu intan, corundum dan chrysoberyl. Batu topaz di Indonesia dikenal dengan berbagai nama seperti daud, mirah cempaka dan batu selong. Walaupun batu topaz termasuk batu yang amat keras namun batu tersebut tidak boleh terbentur terlampau keras juga dan dalam perubahan suhu yang hebat secara tiba-tiba dapat membuat batu topaz retak.

Di masa lalu kebanyakan orang berpikir semua batu kuning adalah topaz dan semua batu jenis topaz haruslah berwarna kuning. Warna batu topaz juga bermacam-macam diantaranya warna coklat, merah muda, ungu dan biru. Adapun juga yang tidak berwarna atau transparan dan ada juga yang memiliki beberapa warna namun yang paling diminati atau dicari adalah yang berwarna merah keemasan atau jingga dan yang paling murah dan umum yang berwarna biru (biasanya diperoleh dari Cina). Tidak sedikit penghimpun batu-batu mulia yang tidak bisa membedakan antara batu topaz dengan batu mirah kuning padahal mereka berdua jelas-jelas berbeda. Kini kebanyakan topaz warna biru telah melalui proses radiasi dan pembakaran.

Batu topaz yang berkualitas bagus mempunyai kilau yang sangat tinggi, terang, warnanya bening dan dingin jika disentuh bahkan licin. Apabila menggosok batu topaz ini dengan keras batu ini dapat mengeluarkan api atau hawa listrik yang menarik potongan kertas kecil-kecil.

Jika anda takut membeli batu topaz yang palsu dianjurkan untuk membeli bromoform (semacam cairan )di apotik. Masukkan batu itu ke dalam bromoform tadi, jika batu itu tenggelam maka batu itu adalah batu topaz asli dan jika mengambang maka batu topaz itu palsu. Hal ini berbeda untuk menguji batu aquamarine yang disebut asli jika batu aquamarine tersebut mengambang di cairan bromoform.
Penghasil terbesar batu topaz adalah Minas Gerais, negara bagian Brazil. Selama 300 tahun daerah distrik Ouro Preto (Brazil) menjadi pemasok topaz terbesar di dunia dengan topaz warna kuning, merah-muda dan oranye. Negara-negara lainnya adalah Amerika, Pakistan, Srilanka, Rusia, Jerman, Mexico, Australia dan Myanmar. Kristal topaz seringkali ditemukan dengan berat berkilo-kilo.

Kegunaan atau manfaat
Batu topaz dipercayai memiliki pengaruh-pengaruh antara lain meningkatkan ketegasan dan berpikir logis, memberi penglihatan tajam dan kesabaran, membawa kebahagiaan, menolak penyakit-penyakit bahaya tertentu seperti penyakit gila dan melindungi pemakai dari ancaman bahaya.

Oktober-Opal

Bagi mereka yang lahir di bulan Oktober, batu kelahirannya adalah opal. Beberapa sifat opal diantaranya yaitu melambangkan harapan, kepolosan, dan kemurnian.
Sifat metafisik tradisional untuk batu kelahiran Oktober (Opal) adalah kebahagiaan, kesetiaan, loyalitas, dan kepercayaan diri.
Sifat penyembuhan dari opal terkenal efektif untuk masalah kesehatan yang berkaitan dengan mata dan infeksi mata.
Opal juga sering digunakan untuk meningkatkan visualisasi, imajinasi, mimpi, serta penyembuhan.

Agustus-Peridot

Peridot merupakan lambang matahari, sedangkan sardonyx dipercaya membawa keberuntungan, melindungi pemakainya dari godaan setan dan membuatnya pandai bicara.

Juli-Ruby

Batu mirah (Ruby) adalah batu mulia jenis mineral corundum sama seperti batu mulia sapphire. Namanya berasal dari kata Yunani “ruber” yang artinya merah. Batu mirah atau ruby terbuat dari alumunium oxide dan warna merahnya diakibatkan adanya campuran dari chromium. Nilai keras batu mirah adalah 9 dalam daftar keras Mohs dan berat jenisnya 3,99 sampai 4.

Warna batu mirah tidak selalu merah tetap tetapi ada juga yang berwarna merah kekuning-kuningan atau jingga, merah keungu-unguan ataupun merah muda, tetapi dari semua itu yang paling berharga atau dicari yaitu merah. Pada dasarnya corundum murni tidak berwarna, semua warna pada batu permata disebabkan oleh unsur kimiawi lainnya yang bergabung saat proses kristalisasi terjadi. Batu mirah yang berkualitas tinggi bisa menyaingi intan dalam segi harga dikarenakan mereka lebih langka dari intan. Jika batu mirah dipanaskan sampai dengan 1000 celsius maka warnanya akan menjadi merah muda dan akan balik seperti warna semula lagi (merah) kalau sudah dingin. Salah satu batu mirah yang paling hebat berasal dari Birma, yaitu “Lord of the Rubies” yang besarnya sebesar telur burung merpati.

Dalam dunia perdagangan batu mulia sudah tidak heran lagi jika kita mendengar batu-batu mulia sengaja dipanaskan untuk merubah atau memperindah batu-batu tersebut seperti warnanya, kilauannya, pembentukkannya dan lain-lain. Diperkirakan 90% dari batu-batu mirah atau safir akan melalui proses tersebut, suatu proses yang permanen dan telah diterima di setiap perdagangan batu mulia. Walaupun proses ini bisa merubah batu yang tidak berharga menjadi batu yang mahal harganya tetapi tindakan ini amat beresiko karena perbuatan tersebut bisa mengakibatkan batu ini rusak, retak, pecah dan dalam kejadian tertentu warna dari batu-batu tersebut malah hilang.

Kegunaan atau manfaat
Selain batu intan batu mirah juga banyak dijadikan barang pemberian untuk para wanita idaman atau kekasih sebagai simbol asmara yang kekal. Batu mirahpun banyak dipercayai sebagai batu yang bisa memberi hoki atau melindungi harta si pemilik, membuat pemiliknya makin bergaya dan percaya diri, menyembuhkan penyakit-penyakit tertentu seperti lemah syahwat dan memiliki segi-segi mistik yaitu mengusir hal-hal negative atau pengaruh jahat (warnanya dipercayai akan berubah menjadi gelap jika ada kejadian buruk akan datang).

Juni-Mutiara

Mutiara merupakan lambang kekayaan, kekuasaan dan umur panjang. Sedangkan moonstone dan alexandrite dipercaya membawa keberuntungan.

Mei-Zamrud

Batu Zamrud dengan warna hijaunya memikat ribuan kolektor. Batu emerald atau zamrud sangatlah langka untuk kwalitas bagus. Oleh karena itu, harga batu ini kadang melebihi Intan Berlian. Batu Zamrud adalah batu yang sangat rapuh, oleh karena itu harus sangat hati-hati ketika memakainya.
Selain itu batu ini juga merupakan batu persembahan kepada Dewi Venus yang melambangkan kesuburan.

Maret-Aquamarine

Batu aquamarine dapat dibentuk sebagai cabochon supaya menghasilkan efek asterism, efek sinar cahaya yang dihasilkan seperti batu safir bintang atau rubi bintang. Batu aquamarine tidak tahan dalam suhu yang tinggi dan jika dipanaskan dari 800-900 celsius warnanya akan hilang. Jumlah besi dalam struktur aquamarine akan mempengaruhi warna batu. Maka dari itu warna batu ini bervariasi dari biru sampai hijau, warna batu biru laut ini juga dipengaruhi oleh dimana komposisi zat besi itu berkumpul serta tingkat konsentrasinya zat tersebut dalam struktur kristal beryl ini. Warna batu aquamarine dapat dirombak dengan melalui proses heating atau pemanasan. Warnanya yang terlalu jernih dapat diperkental sesuai keinginan para peminat dalam proses tersebut. Batu biru laut juga sangat dikenal sebagai batu yang bebas inklusi.

Batu ini sangat digemari oleh orang-orang Eropa. Kaisar Brasil Dom Pedro dikatakan pernah memiliki batu aquamarine paling bagus dan berkualitas yang pernah ditemukan. Di tahun 1906, putri presiden Amerika Theodore Roosevelt diberikan batu aquamarine sebagai hadiah dan sejak itu batu aquamarine ini dikatakan telah meningkat kepopularitasannya.

Dengan teknologi yang canggih pada zaman ini sekarang orang-orang dapat membuat batu sintetis aquamarine dari bahan yang sama dengan aslinya yaitu beryl namun mereka dapat dibedakan dengan mudah. Aquamarine yang asli terasa dingin jika disentuh sedangkan yang palsu tidak, semua batu aquamarine yang asli akan mengambang jika dimasukkan ke dalam cairan bromoform sedangkan yang palsu akan tenggelam. Hal ini berbeda untuk menguji batu topaz yang disebut asli jika batu topaz tersebut tenggelam di cairan bromoform.

Kegunaan atau manfaat
batu aquamarine dipercayai memiliki pengaruh-pengaruh antara lain mempertinggi rasa kasih sayang dalam suatu keluarga dan memberi kebahagiaan terhadap pekerjaan yang berhubungan dengan laut. Selain itu, aquamarine batunya Dewa Laut Neptune, yang melindungi pelaut dari berbagai rintangan selama mengarungi samudra.

Februari-Amethyst

Batu ametis mempunyai nilai keras 7 berdasarkan daftar keras Mohs, mereka menempati di urutan ke enam. Batu ametis dikenal akan warnanya yang ungu namun warna batu ametis juga ada yang ungu muda, ungu kemerah-merahan, ungu kebiru-biruan dan bahkan ada yang hampir hitam. Batu ametis di Indonesia dikenal dengan nama kecubung kasihan. Karena warna ungu selalu dikaitkan dengan warna kerajaan maka batu ametis sering digunakan untuk barang-barang kerajaan Inggris seperti menghiasai mahkota, perhiasan, dekorasi ruangan atau upacara.

Nama batu ametis berasal dari bahasa Yunani yang artinya “tidak mabuk”. Batu ametis sering dikaitkan dengan dewa anggur dan katanya jika meminum air atau minuman alkohol yang ada di gelas terbuat dari batu ametis akan membantu si peminum supaya tidak keracunan atau mabuk, dan batu ametis tersebut juga akan mencegah supaya tidak ketagihan atau kecanduan. Batu ametis juga pernah lebih berharga dari pada batu intan dan pada umumnya batu ametis akan bersinar terang setelah sekian lama dijemur.

Kegunaan atau manfaat
Batu ametis dipercayai memiliki pengaruh-pengaruh antara lain melindungi pemilik dari rasa mabuk, mengendalikan emosi, mendatangkan rasa kasih sayang, memberi ketenangan dan semangat dalam menjalankan tugas. Batu amethyst juga melambangkan aristokrasi dan kekuasaan.

Januari-Garnet

Semua batu biduri delima (garnet) mengandung campuran keizelzuur, sedangkan komposisi batu biduri delima sama sulitnya dengan batu tourmaline. Batu garnet mempunyai nilai keras 6-7.5 berdasarkan daftar keras Mohs.

Pada umumnya batu garnet sangat mengkilau warnanya dan tembus cahaya. Hampir semua batu garnet mempunyai warna yang dalam dan bermacam-macam warnanya kecuali biru. Di Indonesia batu garnet ini diberi nama bermacam-macam seperti manilam anggur, biduri delima, biduri anggur, dan mirah anggur. Biasanya warna batu garnet yang paling disukai adalah warna merah gelap dan kadang-kadang hitam, batu macam itu dinamakan pyrope.

Mungkin karena warna batu garnet itu merah jadi batu ini sering dijadikan batu yang dipercayai mempunyai sifat-sifat ksatria dan keperkasaan, melambangkan hati yang terbuka, loyal dan penuh kasih sayang. Seringkali dahulu para petarung menghiasi senjata-senjata mereka dengan batu garnet dan berharap batu tersebut bisa membawa mereka keberuntungan dan memenangkan medan perang. Batu ini pernah dijadikan sebagai peluru dengan maksud agar meningkatkan rasa sakit yang amat di dalam luka.

Kegunaan atau manfaat
Batu garnet dipercayai memiliki pengaruh-pengaruh antara lain menenteramkan pikiran, meningkatkan kecerdasan, memperingatkan adanya ancaman bahaya (batu itu akan berubah warnanya), membangkitkan rasa adil dan jujur, menarik rasa simpati dari orang lain, tahan dalam menghadapi kesengsaraan dan mengusir hal-hal negative atau ilmu hitam.

Desember-Poinsettia

Bunga poinsettia berasal dari Meksiko, termasuk dalam tanaman subtropis dan memerlukan suhu antara 10-20 derajat celcius. Di negara Amerika, tanggal 12 Desember adalah hari Poinsettia Day. Bunga poinsettia dijadikan bunga kelahiran bulan Desember ( sama halnya seperti batu pirus atau turquoise yang dijadikan batu kelahiran desember) dan mempunyai arti sukses, perayaan, keyakinan dan keceriaan.


Dikenal pula sebagai bunga Natal, menurut legenda poinsettia pada mulanya adalah bunga liar. Sewaktu seorang gadis kecil –tanpa maksud apa-apa– meletakkan bunga liar ini di altar gereja, bunga ini berubah menjadi kuntum berwarna merah menawan. Mencerminkan keceriaan dan keriangan, bunga kelahiran Desember ini merupakan penanda perayaan Desember yang penuh kegembiraan.

November-Chrysanthemum

Bunga seruni dijadikan sebagai bunga kelahiran bulan November (sama halnya dengan batu topaz) dan menurut ilmu feng shui bunga seruni atau krisan ini dapat membawa kebahagiaan dan tawa di dalam keluarga. Bunga krisan juga mempunyai arti keceriaan, pesona, optimis, kelimpahan, keberuntungan, persahabatan dan cinta rahasia.


Chrysanthemum, simbol matahari, menempati posisi terhormat di kebudayaan kuno. Orang Jepang menganggap kelopaknya yang tak berlipat mencerminkan kesempurnaan, dan Confusius menyarankan bunga ini digunakan sebagai objek meditasi. Mencerminkan optimisme dan kegembiraan, dikatakan bahwa satu kelopak bunga kelahiran November ini, jika diletakkan di bawah gelas wine akan menjadikan pelakunya sehat dan berumur panjang.

Oktober-Mary Gold

Bunga calendula dan daunnya dapat dikonsumsi, dan digunakan untuk membuat salad dan sop dan rasanya mulai dari pahit sampai dengan pedas yang menyertai aromanya. Bunga calendula atau marigold amat cocok dijadikan sebagai antiseptik dan antifungal dan berisi hormon dan vitamin A precursors. Mampu mengobati sengatan lebah, luka bakar, sakit kepala, sakit gigi, demam, masalah menstrual, terkilir, penyakit kuning, penyakit mata dan luka atau iritasi pada kulit. Bunga calendula ini juga dimanfaatkan untuk mengusir serangga atau dijadikan sebagai obat anti-serangga, dan dalam dunia dapur bunga calendula dijadikan sebagai bumbu atau zat pewarna makanan.
Bunga calendula atau marigold dijadikan sebagai bunga kelahiran bulan oktober (sama halnya dengan batu opal) dan mempunyai arti kepuasan dan kemantapan. Bunga calendula ini juga dijadikan sebagai bunga yang paling sakral di India dan biasanya diletakkan seperti kalung di leher leher patung dewa mereka.

Dengan nuansa warna musim semi yang kaya, Marigold dikenal orang sebagai bunga kelahiran oktober. Para penganut Kristen awal menyebut Marigold, Mary’s Gold, Emas Bunda Maria, dan menempatkannya di samping patung Bunda Maria. Kaya warna dan brilian, marigold mencerminkan afeksi dan kehangatan.

Agustus-Gladiola

Julukan lain dari bunga gladiol ini adalah “sword lily” atau pedang kecil dikarenakan bentuknya yang merupai. Karena bunga gladiol tumbuh sekitar bulan agustus maka bunga gladiol ini dijadikan sebagai bunga kelahiran agustus (sama halnya dengan batu peridot) dan bunga gladiol atau gladiolus ini mempunyai arti kenangan, ketulusan, kemurahan hati dan juga pendirian yang teguh.


Gladiola, bunga kelahiran Agustus, mencerminkan kekuatan dan integritas moral –tidak mengherankan karena nama bunga ini berasal dari bahasa Latin untuk pedang, “gladius”. Tetapi walau batangnya mengingatkan pada para gladiator Roma, bunganya yang romantis dapat menaklukan hati dengan kecantikannya.

Juli-Delphinium

Batu larkspur melambangkan hati yang terbuka dan keterikatan. Mencerminkan perasaan tanpa beban, bunga kelahiran musim panas ini juga mengungkapkan kecantikan alami yang khas.
Dalam jumlah yang sedikit bunga larkspur ini dapat digunakan untuk pengobatan. Penyakit penyakit yang bisa disembuhkan oleh bunga dolphin ini yaitu gigitan serangga, asma, penyakit buang air dan juga penyakit mata dan telinga tertentu. Bunga ini juga dipercayai dapat mengobatkan sengatan kalajengking jika diminum bijinya dan jika dioleskan di bagian rambut kepala dapat membunuh kutu rambut dan telurnya. Bunga larkspur ini juga dapat digunakan untuk membuat tinta.

Dengan bunga seperti dolphin, delphinum –atau larkspur– melambangkan hati yang terbuka dan keterikatan. Mencerminkan juga perasaan tanpa beban, bunga kelahiran musim panas ini mengungkapkan kecantikan alami yang khas.


Mei-Lily

Lily of the Valley diberi arti sebagai lambang kemurnian, kesederhanaan, pesona, kerendahan hati dan juga dipercayai membawa keberuntungan dalam dunia percintaan maka dari itu tidak heran jika bunga ini sering ditemukan dalam penataan untuk bunga2 pernikahan. Karena bunga ini pada umumnya tumbuh di bulan mei maka bunga ini dinobatkan sebagai simbol bunga kelahiran bulan mei (sama halnya dengan batu zamrud atau emerald) dan bunga ini sering disebut juga dengan “may lily”. Bunga alternatif lainnya untuk bulan mei adalah semua bunga lily jenis lainnya. Bunga Lily of the Valley adalah salah satu bunga yang muncul di cerita cerita alkitab Kristen yang dipercayai bahwa air mata Bunda Maria yang jatuh di Salib Yesus berubah menjadi bunga Lily of the Valley. Cerita lain mengatakan bahwa bunga Lily of the Valley muncul dari darah St. George yang berperang melawan seekor naga.


Lily sangat dikagumi orang-orang Yunani Kuno dan diyakini bermula dari air susu Hera, Ratu para Dewa. Sudah sejak lama dikaitkan dengan Bunda Maria, Lily Putih melambangkan kebijakan, sementara lily yang tumbuh di lembah mencerminkan kelembutan dan keramahan. Dalam bahasa bunga, bunga kelahiran Mei ini mengekspresikan kesucian hati, kebesaran dan penghargaan.

Maret-Daffodil

Sama halnya seperti batu aquamarine, bunga daffodil juga dianggap sebagai bunga khas untuk orang kelahiran bulan maret dan mempunyai arti “lahir kembali”, semangat baru, kehormatan, dan penghargaan. Untuk memberitahu jika anda merasakan perasaan yang sama terhadap dia, maka bunga daffodil juga digunakan untuk alasan ini. Di Cina bunga daffodil ini juga mempunyai arti yang tidak kalah penting, yaitu memiliki simbol keberuntungan dan kekayaan. Karena bunga ini tumbuh pada awal-awal tahun, bunga ini juga dijadikan sebagai simbol tahun baru imlek Cina, dan jika bunga daffodil anda mulai tumbuh di saat-saat imlek tahun baru maka dipercayai akan memberi extra-keberuntungan atau hoki bagi si pemilik. Selain itu bunga ini juga merupakan salah satu bunga yang paling harum wanginya.


Saat daffodil berwarna kuning cerah menyeruak dari tanah di musim dingin, ia tampak seperti seorang sahabat yang sudah lama menunggu untuk pulang; daffodil adalah bunga kelahiran yang diinginkan setiap orang. Melambangkan kelahiran kembali dan awal baru, terutama jika ditampilkan dalam bentuk buket dengan jumlah bunga yang banyak, daffodil menjanjikan kegembiraan dan keceriaan.

Februari-Iris

Iris dalam bahasa Yunani artinya pelangi, dan bunga ini telah dianggap memiliki berbagai arti diantaranya yaitu kesetiaan, kebijaksanaan, kesejahteraan, persahabatan dan harapan. Karena Valentine’s day jatuh pada bulan Februari maka dari itu bulan kedua tersebut dianggap sebagai bulan asmara dan bunga iris dianggap sebagian orang sebagai bunga yang cocok untuk mewakilinya.


Tidak mengherankan kelopak bunga Iris yang menghadap ke atas melambangkan keyakinan dan kebijaksanaan. Dengan warna ungu dan batang yang khas, bunga kelahiran Februari ini memiliki kisah berawal dari jaman Yunani Kuno, ketika Iris, penyampai pesan dewa-dewa dan personifikasi pelangi (dlm bhs Yunani Iris berarti pelangi), bertindak sebagai penyambung antara bumi dan surga..

Januari-Anyelir

Bunga ayelir ini dianggap mengartikan sebagai kekaguman, keindahan, kasih sayang, kebanggaan dan rasa berterima-kasih. Artinya amat beragam tergantung dari warnanya yang bervariasi. Bunga carnation yang berwarna merah dianggap memberi arti sebagai kekaguman sedangkan warna merah gelap artinya kasih sayang yang dalam, warna putih mengartikan cinta yang murni, persahabatan dan keberuntungan. Selain itu bunga anyelir atau carnation yang bergaris2 memberi simbol penyesalan atas cinta yang tak terbalaskan, warna ungu mengartikan ketidaktetapan, merah muda artinya romantis dan cinta yang tak pernah mati.

Mewakili kebanggaan, kecantikan, kekaguman dan kedalaman, Carnation adalah bunga untuk bulan pertama. Berasal dari Asia dan sudah dibudidayakan selama lebih dari 2000 tahun, dewasa ini bunga yang kerapkali dijadikan bunga kelahiran musim dingin ini tampil dengan warna-warni beragam.

Juni-Mawar

Aphrodite, Dewi Cinta Yunani, mempersembahkan Mawar kepada Eros, dan Cleopatra menyediakan kamar untuk Mark Antony yang dipenuhi mawar setinggi lutut. Masing-masing warna mawar mencerminkan makna tersendiri –dan jumlah tangkai mencerminkan pesan tersendiri– bunga kelahiran Juni ini mengungkapkan kecantikan dan kesempurnaan

Arti Mawar
Menurut “pakar-pakar” bunga khususnya bunga mawar,
bunga mawar berwarna merah artinya “ aku mencintaimu”.
Sekuntum bunga mawar yang belum mekar dan masih tertutup memberi arti “cinta pertama” .

Jika mutiara adalah batu khusus untuk kelahiran Juni, bunga mawar juga berperan sebagai simbol bunga kelahiran Juni

September-Sapphire

Batu mulia sapphire (safir) adalah sejenis batu mulia dari anggota mineral corundum sama seperti batu mirah (ruby). Mereka berdua bisa dikatakan kakak adik yang sama-sama mempunyai nilai keras 9 berdasarkan daftar keras Mohs, mereka berdua menempati di urutan ke dua setelah batu intan. Perbedaan dari keduanya terletak pada warna yaitu merah untuk batu mirah dan biru untuk batu safir.
Batu safir terbuat dari alumunium oxide dan titanium sedangkan batu mirah terbuat dari alumunium oxide dan chromium (chromium yang mengakibatkan terjadinya warna merah pada batu mirh). Jika batu safir yang memiliki warna yang bermacam-macam selain biru atau merah maka batu itu dinamakan “fancy sapphire”. Warna yang paling ideal buat batu safir adalah biru langit dan birunya tidak boleh terlalu kental atau terlalu keputihan karena akan mengurangi nilai harganya. Pada dasarnya corundum murni tidak berwarna, semua warna pada batu permata disebabkan oleh unsur kimiawi lainnya yang bergabung saat proses kristalisasi terjadi.
Dalam dunia perdagangan batu mulia sudah tidak heran lagi jika kita mendengar batu-batu mulia sengaja dipanaskan untuk merubah atau memperindah batu-batu tersebut seperti warnanya, kilauannya, pembentukkannya dan lain-lain. Diperkirakan 90% dari batu-batu mirah atau safir akan melalui proses tersebut, suatu proses yang permanen dan telah diterima di setiap perdagangan batu mulia. Walaupun proses ini bisa merubah batu yang tidak berharga menjadi batu yang mahal harganya tetapi tindakan ini amat beresiko karena perbuatan tersebut bisa mengakibatkan batu ini rusak, retak, pecah dan dalam kejadian tertentu warna dari batu-batu tersebut malah hilang.

Kegunaan atau manfaat

Dalam bahasa Yunani batu ini dinamakan zaffiros, dalam bahasa Latin sapphirus dan dalam bahasa Persia Yakut-i-asrak. Dalam kilauan cahaya batu safir tidak sekilau batu mirah tetapi batu safir juga merupakan batu yang sangat digemari dan diminati orang banyak bahkan tidak sedikit orang yang rela membeli batu safir dengan harga yang amat tinggi. lambang kejujuran dan kebersihan jiwa. Konon batu ini warnanya akan berubah jadi gelap jika pemakainya berselingkuh atau punya jiwa dan niat jahat. Selain itu safir juga dianggap bisa memperbaik soal asmara, memberi kesehatan seperti menolak racun dan melindungi mata, menenteramkan hidup dan menuntun orang menjadi mempunyai penglihatan ajaib. 

April-Diamond

Intan (dalam bahasa Yunani artinya “tak tertaklukkan”) adalah batu mulia satu-satunya yang terbuat dari satu elemen yaitu koolstof atau zat arang yang tulen yang juga terdapat pada tumbuh-tumbuhan, makhluk hidup serta berbagai macam batuan yang dibentuk oleh alam dalam kondisi temperatur dan tekanan bumi yang sangat tinggi selama miliaran tahun hingga muncul berlian yang kita kenal saat ini. Mula-mula nama julukan intan asal Yunani tersebut ditujukan untuk baja yang dianggap sebagai barang yang paling keras namun setelah menyadari kekerasan intan melebihi baja maka nama itu diambil ahli oleh intan. Nilai keras intan adalah 10 dalam daftar keras Mohs dan berat jenisnya 3,5 sampai 3,52. Intan tertua terdapat di India, sedangkan penemuan intan pertama di Afrika Selatan pada tahun 1870.

Dari semua batu mulia yang ada, intan bukan hanya batu yang paling keras tetapi juga mempunyai cahaya yang paling besar dan saringan cahaya terbesar. Warna-warna intan beraneka ragam seperti kuning, kuning muda, kebiru-biruan, merah, biru kehijau-hijauan, merah jambu, merah muda, kuning kecoklat-coklatan, hitam (dinamakan carbonado), hijau daun (jarang), dan yang paling umum dikenal adalah tak berwarna dan transparan. Intan dapat terbakar dalam tanur listrik pada suhu 2000 derajat selsius dan menjadi carbondioksida.

Saat unsur karbon bergabung dengan unsur nitrogen itulah kristalisasi berlian berlangsung, terbentuklah berlian berwarna semu kuning. Jika makin banyak unsur nitrogen maka warna berlian akan semakin kuning, semakin sedikit unsur nitrogen maka semakin sedikit kekuningannya. Pada berlian yang sangat putih maka tidak ditemukan unsur nitrogen sama sekali. Berlian Hope yang berwarna biru dikarenakan adanya unsur boron di dalamnya, berlian berwarna hijau dikarenakan radiasi alamiah pada saat proses kristalisasi terjadi di dalam perut bumi dan berlian berwarna pink, merah dan cokelat disebabkan dari struktur-struktur atomnya yang rusak atau mengalami deformasi.

Kilau intan dinamakan ‘cahaya’ (fire), sedangkan beningnya dinamai air. Sebutir intan yang beningnya sempurna dinamakan intan dari ‘air pertama’ sedangkan yang kelihatan sangat keruh dinamakan ‘air ketiga’. Sesungguhnya tidak semua intan atau berlian mahal, hanya sedikitlah dari mereka yang mahal. Dari hasil 

Kegunaan atau manfaat

Sebagian orang-orang menganggap bahwa batu intan membawa sial, bencana dan keterpurukkan karena banyak peristiwa-peristiwa yang terjadi memiliki intan yang hebat atau bagus pada akhirnya membawa si pemiliknya ke keterpurukkan bahkan kematian seperti kisah terkenal dari intan-intan paling terkenal di dunia seperti The Hope atau Koh Ih Noor (Mountain of The Light). Kisah Kaisar Napoleon Bonaparte yang membawa intan ke medan perang sebagai tumbal dan akhirnya kalah dan dibuang ke pulau St.Helena serta meninggal disana setelah mengalami pembuangan selama tujuh tahun (5 Mei 1821). Dan memiliki lambang kekuatan cinta, juga kekuasaan, keserakahan, intrik, dan magic.

Selasa, 12 November 2013

April-Daisy

Jika batu berlian adalah batu untuk orang kelahiran bulan april, maka bunga daisy juga dinobatkan sebagai bunga simbol kelahiran bulan april dan diberi arti sebagai kerendahan hati, kestabilan, suci, simpati dan keceriaan.

Dan bagian menakjubkan tentang bunga daisy adalah makna bunga daisy akan kemurnian, kepolosan, kesucian, kesetiaan, kelembutan dan kasabaran. Dalam beberapa sumber, arti dari bunga daisy sebagai kesabaran, keindahan dan ‘kerahasiaan antara dua orang’. Daisy 'si sederhana' penuh letupan semangat dan selalu ceria. Menggambarkan gairah jiwa muda, yang walau singkat tapi bermakna mengungkapkan kepolosan, dengan keceriaan anak-anak tapi pemahaman yang cukup, menyimbolkan kemurnian, walau sederhana penuh dengan perasaan diam-diam. Menyembunyikan makna ketulusan, yang tersimpan rapi dalam balutan riang dan kehangatan.

September-Aster

Nama aster atau daisy berasal dari kata ‘day’s eyes‘, karena bunga ini mekar pada siang hari dan menutup pada malam hari. Bunga aster telah lama dihargai karena kesederhanaannya yang indah. Arti dari bunga aster adalah kemurnian dan kepolosan. Dalam beberapa sumber lain, Anda juga akan menemukan bunga aster sebagai kasih setia, kesabaran, keindahan, dan bahkan ‘rahasia di antara dua orang yang saling mencintai’.

Dengan tekstur yang subur, kaya warna dan keindahan bunga-bunga liar, mudah untuk melihat mengapa aster memiliki asosiasi lama dengan kekuatan magis. Pada zaman dulu, diyakini bahwa ketika daun aster dibakar, parfum mereka bisa mengusir kejahatan. Saat ini, bunga kelahiran musim gugur ini dikenal sebagai jimat cinta dan simbol abadi keanggunan.

Bunga aster sangat berkaitan dengan bunga chrysanthemum atau dikenal di Indonesia dengan nama krisan, krisanthemum atau bunga seruni. Tingginya 6-36 inci dan berasal dari Cina dan Jepang. Bunga aster ini juga merupakan salah satu bunga yang sering digunakan untuk berbagai acara seperti pernikahan, perhiasan tahun imlek dan lain lain.

Bunga aster adalah bunga kelahiran bulan september (sama halnya seperti batu safir), dan dianggap memiliki arti kesabaran, kasih sayang, dan keberuntungan. Suatu kepercayaan lama bahwa mambakar daun aster akan mengusir ular dan dalam tradisi Prancis meletakkan bunga aster diatas makam seorang tentara adalah sebagai penghormatan atas keberaniannya

Jati Diri Dandelion

Bunga dandelion dengan tangkainya yang kecil dan sederhana dapat tumbuh di mana saja, tergantung dimana benihnya jatuh. Serpihan-serpihan kecil bunganya yang ringan akan terbang terbawa angin dan menyebar kemana pun ia mau, yang akhirnya akan tumbuh menjadi bunga baru di tempat ia jatuh dan membawa kehidupan baru.

Bunga dandelion, terlihat sangat rapuh, namun sangat kuat, sangat indah, dan memiliki arti yang dalam. Kuat menentang angin, terbang tinggi dan menjelajah angkasa, dan akhirnya hingga di suatu tempat untuk tumbuh menjadi kehidupan baru.


Ya, itulah inti dari kehidupan bunga dandelion yang menyimpan arti yang cukup dalam. Terbang tinggi dan menjelajah angkasa, maksudnya tetap berusaha untuk mengejar dan menggapai cita-cita kita yang mungkin akan berbatu-batu jalannya, namun tidak berhenti untuk mengejar cita-cita tersebut. Jatuh di suatu tempat dan membawa kehidupan baru maksudnya, perbaikilah kondisi lingkungan dimana pun kita berada, bawalah kebahagiaan dimanapun kita berada.

Semangat menggapai cita-cita! Moving forward no retreat!

Dark Paradise-Tania Zygar

All my friends tell me I should move on I'm lying in the ocean, singing your song
Loving you forever, can't be wrong Even though you're not here, won't move on
And there's no remedy for memory of faces Like a melody, it won't lift my head Your soul is hunting me and telling me That everything is fine But I wish I was dead

I SEE THE DARK PARADISE
Everytime I close my eyes It's like a dark paradise No one compares to you I'm scared that you won't be waiting on the other side

All my friends ask me why I stay strong Tell 'em when you find true love it lives on Ahhh, that's why I stay here

There's no relief, I see you in my sleep And everybody's rushing me, but I can feel you touching me There's no release, I feel you in my dreams Telling me i'm fine
But that there's no you, 
except in my dreams tonight, I don't wanna wake up from this tonight


Editing: AwangNangunDita
For : Awan(g)

Senin, 11 November 2013

Puisi untuk Awan(g)-Seperti Udara~Biarkan aku mengejarmu

Izinkan aku terbang menghampiri mu...
Meskipun kau jauh diatas sana, dan aku sendirian di sini....
Biarlah..
Biarlah aku berusaha dan meraihmu...
Kita wujudkan cita-cita bersama..
Kita buat hujan sejuk dan embun pagi..
Akan ku buat pelangi melintasi mu..
Kita buat mentari tersenyum kearah kita..

Kamis, 07 November 2013

Seperti Udara (lanjutan 4)

Akankah aku memulainya hari ini? Aku memang tidak sabar, tapi aku mencoba untuk bersabar. Dan hari ini kuharap hari yang tepat untuk itu.
Ya, aku akan pergi ke rumahnya. Meskipun aku tidak akan bertemu dengannya, tapi aku akan tetap ke sana. Berharap bertemu dengan Puput, yang juga temannya. Aku teringat percakapanku via handphone tadi malam dengan gadis itu.
“ini puput ya?” tanyaku setelah mengucapkan salam.
“ya. ini siapa?” ia balik bertanya. Suaranya terdengar lebih halus dan lembut dari tujuh tahun yang lalu.
“ini Dita. yang dulu ikut teater loh…” jawabku setengah tersenyum.
“oooalahhh…. Kak Dita. emang kenapa kak?” suaranya melunak.
“gimana kabarmu?” tanyaku basa-basi.
“alhamdulilah kak baik, kakak sendiri gimana?” ia balas bertanya.
“alhamdulilah juga” jawabku.
“katanya balik ke Indonesia?” ia bertanya.
“iya nih sudah sampai dari kemarin…” jawabku.
“waduh… mana oleh-olehnya?” terdengar canda dari nada suaranya.
“ya besok tak anterin ke sana deh….” Jawabku bercanda tapi juga serius.
“lho iya ta?” nada suaranya tak percaya dengan keseriusanku.
“iya. Sekarang kamu di Laban kan?” aku bertanya dan dapat kurasakan jantungku berdegup kencang.
“iya dong kak. Atau….. kakak mau main ke rumahnya Awang ya?” ia bertanya menyelidik. Ia masih ingat dengan episode itu. Aku tersenyum geli.
“heheheh…. Iya… apa dia masih di situ?” aku benar-benar khawatir.
“hmmmm……” suaranya terdengar bimbang.
“Put???” aku memanggilnya lemah.
“orang tuanya masih di situ, tapi sekarang Awang ikut pamannya layar.” Jawabnya dengan penyesalan.
“layar? Dia jadi koki kapal ya?” tebak ku.
“kok kakak tau?” ia heran.
“dia pernah cerita tentang itu padaku” jawabku. Semburat senyum dapat kurasakan saat aku mendengar bahwa ia telah meraih salah satu tujuannya.
“oohhh….” Komentarnya.
“apa dia sekarang di rumah?” pertanyaan bodoh.
“enggak… mungkin kakak harus bicara sama ortunya dulu…” sarannya.
“tentu saja… besok sekalian anterin aku ya…” pintaku.
“oke kak” jawabnya.
“makasih ya” kataku, air mataku hampir tumpah.
“sama-sama” balasnya.
Telepon kuakhiri. Ada seorang lagi yang ingin kuhubungi. Ia adalah sahabat baiknya sekaligus adik kelas yang kuanggap sebagai adikku. Ilham.

“hallo assalamu alaikum” aku mengucapkan salam
“wa’alaikum salam” suaranya terdengar ramah.
“Ilham Rosyidi?” aku memastikan.
“kak Dita?” ia membalas sapaanku.
“iya. Ilham!!!! Aku kangen kamu…. Gimana kabarmu?” jawabku histeris. Teringat dalam kepalaku kelakuannya saat di teater.
“alhamdulilah baik kak. Kakak sendiri?” dapat kulihat senyum diwajahnya.
“alhamdulilah dek….” Aku turut tersenyum.
“uda pulang dari Paris ta kak?” suaranya masih seperti dulu, meski sedikit berat dan serak.
“sudah. Kemarin. Eh, kamu masih di Gresik ta?” tanyaku langsung to the point.
“iya. Emang kenapa kak?” kulihat dahinya berkerut.
“engg….. mau kuajak ke rumahnya Awang..” jawabku lirih.
“oalah…. Iya. Insya Allah besok bisa.” Ada senyum dalam kalimatnya.
“oke deh. Makasih dek…” kataku kemudian mengakhiri percakapan.
Aku berpikiran hendak menelepon seseorang lagi. Orang ke 5 dalam episode ini. Orang yang membuat dia membenciku dan mejauhiku. Orang yang telah membuatku berjanji. Ya. tekadku sudah bulat.
“assalamu alaikum… ini Fahri?” tanyaku saat ada yng mengangkat.
“iya. Ini siapa?” ia balik bertanya. Aku memang jarang berkomunikasi dengannya.
“ini Dita. dari teater. Inget?” aku bertanya dan menyembunyikan sakit hatiku.
“iya.” tak ada ekspresi dalam suaranya.
“kamu masih di Gresik ta?” aku bertanya sesopan mungkin.
“enggak. Aku ada di Jawa Tengah” jawabnya.
“oalah… ya sudah kalo gitu… maaf ganggu…” jawabku lalu mengakhiri percakapan.
Dia tidak ikut. Sudah kuduga. Kebenciannya padaku tak akan pernah hilang.  Entahlah.

Itu kemarin malam. Sekarang telah pagi dan aku siap dengan rencanaku. Aku mengendarai sepeda pancalku dan menuju kearah Putat, kemudian ke Domas, melewati SMP ku dulu, melewati Bringkang, dan sampai di pasar Menganti.
Aku berhenti sebentar dan menepikan sepedaku di Alfamart. Aku mengeluarkan hp dan menelpon Ilham. Ku katakan padanya kalau aku telah sampai di Pasar Menganti dan aku meneunggunya di sana.
Tak lama kemudian, ada seorang pemuda menghampiriku. Ia terlihat cerah dan bersahabat. Raut wajahnya juga ku kenali. Ilham. Aku merindukan dia.
“kakak nunggu lama ta?” tanyanya.
“enggak kok dek…” jawabku tersenyum dan mengamatinya dari bawah keatas.
“kakak sekarang makin cantik…” godanya.
“justru kamu yang tambah endut…” balasku.
“heheheheh….” Ia hanya terkekeh.
“yuk… ntar puput nungguin…” kataku menaiki sepedaku.
“emang Awang dirumah? Tadi malam aku telepon katanya masih layar……..” jawabnya.
“iya aku tahu…” jawabku menoleh kebelakang.
“Trus?” ia memasang muka tak berdosa.
“sudah… yuk!!!!” aku memancal sepedaku dengan semangat dan jantung berdebar.

Sudah tujuh tahun lamanya aku tidak bertemu dengannya, untung Puput bisa kuajak kerja sama. Heheheheheh, aku terkekeh dalam hati. Aku memang bodoh. Ya, sperti katanya, aku adalah baka yaru, komo yaru. Tapi biarlah.

Rabu, 06 November 2013

Seperti Udara (lanjutan 3)


Lega. Itulah yang kurasaka saat pesawat lepas landas dari bandara Charles de Gaulle. Tidak ada penyesalan yang tertinggal. Yang ada hanyalah harapan akan masa depan.

Kini aku telah sampai di bandara Juanda. Aku menuju tempat dimana kedua orang tuaku telah menungguku.
Kulihat keriput di wajah mereka. Ada gurat kerinduan di sana.
“ibu….. bapak…..” kataku menghampiri mereka.
“Dita….” Kata mereka hampir bersamaan.
Kami menumpahkan rindu sambil berpelukan seperti teletubbies.

Gresik…
Betapa aku dapat mencium aroma mu…
Aku dapat menikmati kemolekanmu, merasakan desah nafasmu…
Mendengar denyut jantungmu setiap hari…
Dan melihat tingkah polah mu…

Kebahagiaan menyeruak dalam dadaku saat aku telah sampai di halaman rumah. Sengaja ayahku tidak langsung kerja karena ada aku yang datang jauh-jauh dari Paris. Tetanggaku juga ikut menengok ku. Sebagian dari mereka ada yang telah pindah dan digantikan wajah-wajah baru yang tidak ku kenal.

Aku merindukan kamar ku…
Kamar dimana aku membuat janjiku dengannya tujuh tahun silam…
kamar dimana hanya tuhan yang tahu apa yang kulakukan…
kamar dimana aku bermimpi tentangnya setiap malam.

Aku memandang ke halaman rumah.
Ada bayangannya di sana. Ia duduk diatas sepeda motornya dan menatapku saat aku masuk ke dalam rumah.
Aku melihat itu semua sebagai orang ke-3. Lucu kelihatannya aku melihat diriku beberapa tahun silam sebagai aktor dalam film kehidupanku.

Itu semua…
Kenangan yang indah. Meskipun ada banyak air mata dan sakit hati yang ada, aku menyikapinya sebagai jaminan kebahagiaan masa depan.

Aku ingin duduk dibelakangnya saat ia mengendarai sepeda motornya dengan kecepatan 120 km/jam bahkan lebih, dan aku berteriak ketakutan. Aku tersenyum dan meneteskan air mata saat mengenang kejadian itu.

Semuanya terasa indah. Terlihat cantik. Terdengar merdu. Terasa manis.
Aku akan merasakan yang seperti itu lagi….
Mungkin besok….
Ya, secepatnya….

Seperti Udara (lanjutan 2)


Semuaya telah siap. Aku telah mengemasi semua barang-barangku. Tinggal pamit ke tetangga sebelah dan minta do’a restu. Aku bisa merasakan senyumku mengembang saat meninggalkan apartemenku.

“où vous irez?” Tanya Vilda.
“Je vais aller à mon pays natal, en Indonésie” jawabku tak berhenti tersenyum. Kulihat kedua alis matanyanya bertaut heran.
“pourquoi?” ia masih bertanya.
“il ya des choses que je dois y finir” aku menjawab seraya menghampirinya.
“quand vous reviendrez?” kulihat matanya sayu.
“ne vous inquiétez pas, je reviendrai quand mon entreprise se fait” jawabku seraya memeluknya.
“tu me le promets?” ia sangsi.
“Insya allah. si Allah me permet” jawabku lalu berjalan menuruni tangga dan mengucapkan kata-kata perpisahan pada semua tetanggaku.

Aku aka berpisah dengan mereka. Sekai aku mengucapkan kata perpisahan, berarti aku harus berpisah dengan mereka dan tidak bertemu lagi.
Sekelebat memoriku terbentuk dan menggumpal.
Aku mendongak dan menatap awan yang berarak disebelah timur. Taksi yang kupesan belum datang. Aku harus menungu.

Aku kembali ingat kata-kata perpisahan yang ia ucapkan padaku. Dulu. Tapi dalam hati aku membatin, “Jangan ucapkan perpisahan kalau kau ingin bertemu denganku lagi. Entah saat itu kia memiliki hubungan atau sebagai individu yang tidak saling mengenal.”

Air mataku menetes. Betapa ia tak berperasaan saat mengucapkan kata-kata perpisahan itu. Namun, biarlah…
Aku yakin kami akan bertemu lagi.

Taksi yang kutunggu telah dating.
“pardonnez-moi pour mon retard” katanya meminta maaf lalu membantuku memindahkan koperku ke bagasi.
“ça ne fait rien” jawabku seraya tersenyum.

Sebelum ke bandara, aku harus ke rumah sahabatku terlebih dahulu. Sahabat yang dulu pernah serumah denganku, namun kini ia mengikuti suaminya dan pindah rumah. Sahabat yang telah membuatku mengucapkan janji pada seseorang yang dia sakiti. Da sahabat yang menyakitiku dari hari ke hari. Sahabat yang membohongiku da mengkambinghitamkan aku.

Aku menghela nafas mengingat semua keburukannya. Kemudian kucoba menghilangkan semua keburukan itu dengan kebaikannya.

Ia seorang sahabat. Dimana aku bisa menceritakan apa yang tidak bias kuceritakan pada orang lain. Ia sahabat yang paling mengerti aku. Ia sahabat dimana aku bias berbagi, dan menganggap milik ku adalah milikmu.

Aku tersenyum getir. Bahkan aku rela melepas seseorang yang lebih penting untuk sahabat semacam itu. Entah. Biarkanlah air sungai bermuara pada laut.

Aku telah sampai. Kulihat suaminya sedang bermain di luar bersama anak-anaknya.
“assalamu alaikum…” sapaku tersenyum.
“wa’alaikummussalam” jawab mereka hampir serempak. Namun tak kulihat ia di sana.
“dimana Liva?” aku bertanya sambil menggendong Abdul yang menarik kakiku.
“masih masak mungkin” jawab Mario.
“bias panggilkan sebentar?” pintaku.
“tunggu” jawab Mario lalu berlari ke dalam rumah.

Tak lama, Mario keluar bersama Liva.
“hai…. Dita sahabatku….” Kata Liva memelukku. Abdul langsung minta digendong Liva.
“sibuk ya?” tanyaku mengerutkan kening.
“lumayan sih… ada apa?” ia bertaya balik.
“aku mau pulang ke Indonesia” jawabku dengan ekspresi meminta maaf.
“hah?!! Kapan?” Liva shock.
“hari ini. Orang tuaku sudah kangen nihh…” jawabku.
“kok gak ngabarin dari kemarin sih? Kan aku juga mau ikut?” dari nadanya kurasa ia jengkel.
“yahhh…. Maaf… aku kan baru dapat e-mail dari ayahku semalam…” jawabku.
“kamu terburu-buru?” Mario menyela.
“tidak juga…” aku berbohong.
“hmmmm…. Ya sudah deh…. Tuh taksimu uda nunggu,.,,” kata Liva akhirnya.
“bener nih? Eh, punya sangu gak buat di jalan?” aku menjawab denga ekspresi memelas.
“mau kue coklat keju?” tawarnya.
“mau mau mau….” Aku  menjawab seperti anak kecil.
“Sayang…. Tolong ambilin di kulkas ya…. Semuanya juga boleh…” pinta Liva pada suaminya.
Mario hanya menuruti kata istrinya. Sementara aku dan Liva berbincang mengenang masa lalu kami. Mario kembali dengan bungkusan putih di tangan.
“nih… jajan buat di jalan…” kata Liva.
“heheheh…. Oke.. oke…” jawabku seraya tersenyum lebar. Namun, kulihat kesedihan dimata Liva.
“tenang saja, Insya Allah aku balik kok” kataku memeluk Liva da menenangkannya.
“janji?” ia mengkonfirmasi.
“insya allah” jawabku kalem.

“tuh… ntar argonya mahal….” Kata Mario.
“sayounara… jaga Liva baik-baik ya, Mario.” Kataku meninggalkan mereka.
“kamu juga hati-hati di jalan” kata Liva dan Mario hampir berbarengan.

Aku menghampiri taksi tanpa menoleh kebelakang.
Dulu, Liva-lah yang mengucapkan selamat tinggal. Tapi, dia juga yang masih ingin bertemu denganku.

“Allons à l'aéroport Charles de Gaulle” kataku pada sopir taksi.
“oui, mam” jawabnya.
“voulez-vous cela?” tanyaku seraya menangsurkan kue yang tadi Liva berikan padaku.
“N'est-ce pas donner votre meilleur ami?” tanyanya melirikku dari spion.
“oui, en effet. mais j'ai pris ma part. Je ne pouvais pas tout manger.” Jawabku sambil tersenyum.
“ok. à vous de mam” jawabnya.
Aku mengangsurkan isi plastic itu kearahnya. Ia menerimanya seraya melirikku.
“merci” jawabnya.
Aku mengangguk dan tersenyum seraya membalas, “soyez le bienvenu”

Perjalanan ke Charles de Gaule….
Kuharap cepat. Aku tak sabar ingin sampai rumah.
Sampai di Indonesia.
Sampai di Gresik…

Terlalu banyak kenangan di Gresik, sehingga sulit kulupakan. Dan janjiku padanya…
Aku akan menepatinya….