Senin, 02 Desember 2013

Seperti Udara (lanjutan 9)


Perhentian pertamaku adalah sebuah perumahan dimana teman SD ku tinggal. Kini perumahan itu telah banyak berubah sejak terkhir kali aku kesana sebelum keberangkatanku. Aku hanya berputar sebentar kemudian melanjutkan perjalananku ke Domas. Ke SMP ku dulu.

Banyak kenangan yang tercoret disana. Mulai dari bangku di kelas, dinding toilet, dinding kelas, pohon, mading, dan yang utama kenangan itu bertumpuk dalam lembar buku di perpustakaan. Saling menindih dalam gudang tempat penyimpanan alat musik di ruang kesenian. Berjejer pada etalase tempat penyimpanan mukena dan Qur’an di musholla.

Kenangan itu tergantung pada pot-pot bunga anggrek depan kelas 9B, kelasku dulu. Kenangan itu mengintip dibalik jendela ruang kelas. Berbaris pada bangku-bangku kantin yang tertata tak beraturan. Mengalir seiring aliran air pada pancuran di taman. Bergerak bersama dedaunan pohon angsana yang ditiup angin.

Aku menghela nafas, dan saat itu juga kurasakan aku kembali ke masa-masa SMP dulu. Betapa menyenangkan. Semua bagaikan dedaunan yang beterbangan. Dan aku ikut terbang bersamanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar